Friday, September 22, 2017

PLN gandeng Pemda Sumut garap PLTA Asahan 3

April 15, 2010 by  
Filed under Alternatif, Featured

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berniat menggandeng pemerintah daerah Sumatra Utara (Sumut) untuk menggarap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan unit 3, sekaligus mengakhiri kisruh berkepanjangan yang terjadi selama ini.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan pada dasarnya BUMN listrik itu sangat memahami keinginan kuat Gubernur Sumut agar perusahaan daerah setempat bisa ikut andil dalam proyek pembangkit tersebut.

“Saya sudah menemukan dua alternatif cara agar perusahaan daerah [Sumut] bisa ikut menikmati proyek Asahan unit 3 kalaupun itu ditangani oleh PLN secara langsung. Kedua skema itu sudah saya sampaikan kepada pengurus peruda Sumut untuk dimintai persetujuan Gubernurnya. Sekarang bagaiamana supaya proyek ini jalan,” katanya hari ini.

Skema pertama, dia menjelaskan PLN bersama perusahaan daerah setempat membentuk perusahaan patungan (joint ventura/JV) untuk menggarap proyek Asahan III, dengan mayoritas saham sekitar 85%-90% tetap dimiliki perseroan itu. Sisanya 10%-15% akan diberikan kepada perusahaan daerah.

Hanya saja, tuturnya, skema kerja sama tersebut kecil kemungkinan akan terealisasi karena perusahaan daerah harus menyetorkan penyertaan modal paling sedikit Rp20 miliar dengan komposisi kepemilikan saham sekitar 10%-15%.

Menurut dia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut bisa saja menyetujui alokasi dana untuk penyertaan modal proyek Asahan III masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

Namun, kucuran alokasi APBD tentunya harus ditetapkan dalam peraturan daerah dan mendapatkan persetujuan Kementerian Dalam Negeri.

“Setahu saya, DPRD belum tentu menyetujui alokasi dana untuk proyek Asahan III mengingat jumlahnya terlalu besar. Lagipula, alokasi APBD itu juga sudah diplot. Berarti kan sulit sekali membayangkan perusda Sumut  ikut dalam proyek ini.”

Selain itu, lanjut dia, komitmen pendanaan sebesar US$250 juta yang akan dikucurkan oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dikhawatirkan batal bila terjadi perubahaan status pemilik proyek pembangkit tersebut.

JBIC, kata Dahlan, berkomitmen meminjamkan sejumlah dana untuk proyek Asahan III karena PLN sebagai peminjam yang dijamin oleh pemerintah.

Skema kedua agar perusda Sumut bisa ikut andil dalam proyek Asahan III, dia melanjutkan dinilai paling memungkinkan dipilih oleh pemda setempat karena daerah tidak dibebani dengan penyetoran modal.

“Inti dari skema kedua ini tetap bentuknya JV dan bagaimana agar perusda bisa ikut serta dan mendapatkan keuntungan dari proyek ini. Daerah juga tidak dibebani dengan kewajiban setor modal yang sangat besar. Secara pribadi, pasti saya sangat pro kalau daerah ikut berperan. Tinggal bagaimana mencari skema kerja sama yang pas. Keputusannya ada di tangan Gubernur Sumut,” tutur Dahlan enggan menjelaskan detail kerja samanya.

Menurut dia, pihak daerah dengan itikad baik telah menyampaikan keinginannya kepada PLN untuk menuntaskan persoalan Asahan III di luar hukum, setelah perusahaan setrum pelat merah itu menyampaikan keinginan untuk menuntut Pemprov Sumut karena izin prinsip lokasi yang diberikan kepada perusahaan swasta.

Seperti diberitakan sebelumnya, PLN berencana menggugat Pemprov Sumut jika dalam waktu dua pekan ke depan BUMN listrik itu tak kunjung mendapatkan izin prinsip lokasi pembangunan proyek yang telah diserahkan kepada PT Badraja Swarna Utama.

PLN diketahui telah menghabiskan dana investasi sekitar hampir Rp100 miliar untuk menyelesaikan studi awal dan kegiatan lainnya. Selain itu, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jepang juga telah menandatangani komitmen pendanaan sebesar US$250 juta guna memenuhi kebutuhan investasi proyek tersebut.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.