Thursday, March 30, 2017

PLN disarankan punya lokasi buffer stock batu bara

April 21, 2010 by  
Filed under Coal, Featured

Pemerintah menganjurkan agar PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memiliki lokasi khusus untuk menyimpan stok cadangan batu bara (buffer stock), untuk menjamin keamanan pasokan bahan bakar pembangkit perseroan itu.

Hal tersebut terkait dengan keinginan perusahaan listrik pelat merah itu yang berencana melakukan penambangan dari pemegang izin kuasa pertambangan (KP) lain guna mengamankan pasokan pembangkitnya.

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jacobus Purwono menilai keberadaan buffer stock tersebut jauh lebih menjamin pasokan batu bara ketimbang menggandeng KP dan melakukan penambangan.

“Kalau memang PLN mau gandeng KP, ya silakan saja. Tentunya akan diawasi oleh Kementerian BUMN. Tetapi kalau saran saya, sebaiknya PLN mempunyai lokasi tertentu untuk mengelola buffer stock batu bara, baik dari pemegang KP maupun PKP2B [perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara,” kata dia di Gedung MPR/DPR, tadi malam.

Dengan adanya buffer stock tersebut, lanjutnya, akan memberikan jaminan security supply energy primer pembangkit PLN, baik dari segi pasokan maupun fluktuasi harga batu bara. Sebab, jelas dia, stok batu bara PLN tidak hanya di masing-masing pembangkit untuk waktu selama 30 hari saja, tetapi juga di suatu tempat lain yang bisa menampung bahan bakar pembangkit itu dari semua kontrak pembelian dan jenis batu bara.

“Kalau harga batu bara tinggi, PLN bisa rem dulu pembelian. Begitu juga pada saat harga bagus, dia [PLN] bisa beli. Kalau sudah dikumpulkan di suatu tempat, kan bisa disupplai ke masing-masing pembangkit.”

Purwono menjelaskan batu bara yang ditampung di lokasi buffer stock tersebut, selanjutnya bisa dilakukan pencampuran, peracikan, dan pengolahan yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan spesifikasi boiler masing-masing pembangkit.

Soal kebutuhan investasi, dia mengatakan BUMN listrik itu tentunya bisa menilai tingkat keekonomiannya bila dibandingkan dengan menggarap KP batu bara lain.

“Untuk menjamin security supply, saya kira, investasinya bisa saja diperhitungkan. Dengan mempunyai cadangan batu bara yang begitu besar, bahan bakar pembangkit mempunyai pengamanan yang cukup, baik supply maupun harga. Kalau menggandeng KP-KP, itu kan artinya PLN membeli dari penambang.”

Terkait lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat buffer stock batu bara, Purwono mengatakan bisa saja di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, Bangka, Lampung, Kepulauan Seribu, atau lokasi strategis lainnya.

Menurut dia, pentingnya keberadaan buffer stock batu bara tersebut sejalan dengan peningkatan kebutuhan bahan bakar pembangkit yang diperkirakan bisa mencapai 70 juta ton batu bara per tahun dengan beroperasinya proyek 10.000 MW tahap II.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Mineral, Batu bara, dan Panas bumi Kementerian ESDM Bambang Setiawan menilai keinginan PLN menggarap KP lain untuk menjaga pasokan batu baranya tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.

“Itu [PLN menggarap KP batu bara] boleh dan sah-sah saja. Lagi pula, dia [PLN] kan punya anak perusahaan PT PLN Batu bara. Jadi tidak ada persolan,” kata Bambang.

Namun, dia menampik keluhan BUMN listrik itu dalam hal mendapatkan izin kepemilikan KP batu bara. “Orang lain saja bisa [mendapatkan KP], kenapa dia [PLN] tidak,” ujarnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.