Monday, October 23, 2017

PLN diminta turunkan BPP listrik hingga 30%

April 13, 2010 by  
Filed under BBM

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diminta menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik hingga 20%-30% untuk mengantisipasi terjadinya disparitas yang terlalu besar antara harga jual dengan besaran subsidi listrik.

Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengungkapkan penurunan BPP listrik tersebut diperlukan pada saat pembahasan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 2010 yang akan diagendakan bersama pemerintah dalam waktu dekat.

“BPP listrik itu harus diturunkan sekitar 20%-30% sesuai dengan perencanaan mereka [PLN] tahun lalu [2009], selain loses. Kalau tidak, subsidi akan membengkak terus. Hal ini [penurunan BPP] sangat penting terkait rencana kenaikan TDL,” ujarnya, hari ini.

Menurut dia, PLN seharusnya bisa menurunkan BPP listrik melalui penggunaan energi primer yang lebih murah, seperti gas, batu bara, dan minyak bakar (marine fuel oil/MFO).

Dengan kondisi saat ini, katanya, kenaikan subsidi listrik dalam APBN-P 2010 cukup besar dibandingkan dengan APBN 2010. “Kalau harga energi primer PLN membengkak, tentunya subsidi akan semakin besar lagi. Itu harus diantisipasi sehingga tidak berdampak pula terhadap inflasi.”

Dito mengatakan anggota dewan segera memanggil pemerintah untuk membahas secara detail rencana kenaikan tarif listrik tahun ini.

Sementara itu, Dirut PLN Dahlan Iskan mengungkapkan perseroan itu memang berkeinginan menurunkan BPP listrik pada tahun ini dengan mengurangi tingkat ketergantungan energi primer terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Hanya saja, tegasnya, perusahaan setrum pelat merah itu terpaksa menunda rencana penurunan tersebut mengingat keterbatasan pasokan gas untuk bahan bakar pembangkit.

“Kalau tahun ini PLN memang belum bisa berbuat banyak [untuk menurunkan BPP listrik] karena pasokan gas tiba-tiba diturunkan. Gas yang semestinya ada untuk PLN, menjadi tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan BBM sebagai bahan bakar pembangkit pada tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya, akibat adanya program khusus menghilangkan byar pet di seluruh Indonesia.

“Tetapi dalam 2 tahun lagi saya akan berusaha untuk memerangi BPP ini dengan sekuat-kuatnya sehingga beban subsidi juga berkurang.”

Saat ini, rerata BPP listrik PLN untuk pelanggan tegangan rendah (sampai 900 VA) sebesar Rp1.400 per kWh, tetapi harga jual hanya Rp600 per kWh. Begitu juga dengan harga jual listrik sektor bisnis berdaya sampai 200 kVa hanya sebesar Rp980 per kWh, dan industri berdaya hingga 200 kVA Rp 780 per kWh.

Terkait skenario kenaikan TDL, Dahlan mengatakan perseroan tetap menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, baik soal mekanisme dan waktu pelaksanaannya.

Menurut dia, rencana kenaikan TDL itu merupakan wewenang pemerintah karena berkaitan dengan alokasi anggaran subsidi listrik yang akan disetujui.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.