Friday, January 20, 2017

PLN: Defisit listrik Sumatra teratasi Juni 2010

April 7, 2010 by  
Filed under BBG

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengklaim kondisi defisit listrik di wilayah Sumatra akan teratasi pada Juni 2010 seiring dengan penambahan pasokan melalui pembelian solar, sewa pembangkit, dan pembelian kelebihan daya perusahaan lain, dengan total biaya tambahan sekitar Rp3,66 triliun per tahun.

Direktur Operasi Indonesia Bagian Barat PLN Harry Jaya Pahlawan mengungkapkan upaya penanggulangan kondisi krisis di wilayah itu merupakan bagian dari target kerja jangka pendek.

“Sejak 23 Desember 2009 sampai sekarang, sudah banyak kemajuan di sistem ketenagalistrikan Sumatra 150 kV. Padahal, sebelumnya hampir 70% mengalami pemadaman. Saya yakin, Juni ini tidak ada lagi pemadaman. Tentunya ada biaya tambahan untuk penanggulannya,” tuturnya, hari ini.

Secara keseluruhan, lanjutnya, sistem ketenagalistrikan di Sumatra sebenarnya tidak lagi mengalami defisit pasokan. Menurut dia, kondisi krisis terjadi di subsistem yang terbagi menjadi tiga sistem, yakni Sumatra bagian utara (Sumbagut), Sumatra bagian tengah (Sumbagteng), dan Sumatra bagian selatan (Sumbagsel).

Dia memaparkan kondisi sistem Sumbagut balance karena daya mampunya sama dengan beban puncak yakni 1.233,9 MW. Hanya saja, sistem Sumbagteng mengalami defisit 98,1 MW karena daya mampu 632 MW, sedangkan beban puncak 730,1 MW.

Di sisi lain, katanya, sistem Sumbagsel mengalami surplus 162 MW karena daya mampu 1.074,1 MW dan beban puncak 912,1 MW. Menurut dia, dengan meningkatkan cadangan operasi pembangkit, tidak akan ada lagi pemadaman bergilir di wilayah Sumatra.

Total biaya tambahan sekitar Rp3,66 triliun tersebut, kata dia, terdiri dari pembelian solar 500.000 kiloliter senilai Rp2,5 triliun, sewa pembangkit sebesar 361,5 MW sekitar Rp400,5 miliar, dan pembelian kelebihan daya pembangkit milik perusahaan lain 75 MW sekitar Rp760 miliar.

“Dalam jangka pendek sampai Juni ini, diharapkan sudah tidak ada defisit lagi sehingga mulai Juli-Desember 2010, PLN bisa memenuhi waiting list [daftar tunggu pelanggan] yang ada,” kata Harry.

Nasser Iskandar, Kepala Divisi Pembangkitan Indonesia bagian Barat, mengungkapkan perseroan itu terpaksa membeli listrik dari kelebihan daya perusahaan lain sebesar Rp762 per kWh guna mencukupi kebutuhan yang ada. Sementara itu, untuk sewa pembangkit dibutuhkan biaya sebesar Rp300 per kWh

Terkait upaya penanggulangan krisis listrik, Harry memaparkan PLN berencana menambah kapasitas pembangkit di sistem Sumabgut dalam jangka pendek sebesar 408,5 MW, sedangkan untuk jangka menengah dan panjang sebesar 608,7 MW.

Menurut dia, program jangka pendek tersebut berupa perbaikan mesin PLTU Belawan unit 2 berdaya 29 MW yang dijadwalkan beroperasi pada 30 Mei 2010 dan unit 1 sebesar 15 MW pada 16 Oktober 2010.

Selain itu, PLN juga akan menyewa PLTD Leung Bata 20 MW pada Juni 2010 dan penambahan kapasitas dengan beroperasinya pembangkit baru seperti PLTG Lot 3 Belawan 105 MW pada 25 Februari 2010 dan PLTA Asahan 1 2×90 MW pada Mei dan Juni 2010.

Untuk sistem Sumbagsel dan Sumbagteng, lanjut dia, PLN akan menambah kapasitas terpasang sebesar 531 MW dalam jangka pendek serta tambahan sebesar 624 MW untuk jangka panjang dan menengah.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.