Sunday, July 23, 2017

PLN dan Medco akan realisasikan PLTP Sarulla

April 9, 2010 by  
Filed under Geothermal

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersama PT Medco Power Indonesia, anak usaha PT Medco Energi International Tbk, segera merealisasikan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla, Kabupaten Tapanuli Utara, menyusul disepakatinya harga jual listrik sebesar US$0,0679 per kWh.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan soal harga jual listrik pembangkit berkapasitas 330 MW tersebut telah disepakati pada 1 April 2010, setelah perseroan memberikan ultimatum kepada Medco.

“Kami [PLN] telah mengultimatum mereka. Kalau dalam satu bulan tidak tercapai kesepakatan harga dengan PLN, maka proyek itu akan diambi-alih oleh PLN. Pada 1 April kemarin, pas 1 bulan setelah ultimatum, harga disepakati US$0,0679 per kWh,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, hari ini.

Besaran harga jual listrik panas bumi tersebut, kata dia, sesuai dengan harga yang ditawarkan oleh BUMN listrik itu sebelumnya. Sesuai dengan kesepakatan, dia melanjutkan, Medco bersama mitra konsorsium Ormat Technologies AS, Kyushu Electric, dan Itochu Corporation Jepang segera merealisasikan pembangunan PLTP Sarulla sesuai komitmen.

“Sekarang Sarulla sudah merdeka dan tidak ada persoalan lagi.”

Menurut Dahlan, penandatanganan kontrak jual-beli listrik (power purchase agreement/PPA) pembangkit di Tarutung tersebut disepakati untuk jangka waktu 30 tahun. Dia menjelaskan proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2012.

Senada dengan itu, Direktur Manajemen Risiko dan Bisnis PLN Murtaqi Syamsuddin mengungkapkan besaran harga jual listrik produksi PLTP Sarulla tersebut disepakati setelah adanya persetujuan pemerintah untuk menyelesaikan proses negosiasi tersebut pada tahun ini.

“Setelah dicapai kesepakatan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan [BPKP] akan melakukan verifikasi harganya sehingga proyek bisa berjalan,” tutur Murtaqi.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jacobus Purwono mengatakan persetujuan penyesuaian harga PLTP Sarulla dari US$0,046 per kWh menjadi US$0,067 per kWh sebenarnya sudah final.

Hanya saja, kata dia, PLN belum menyampaikan secara resmi soal keputusan harga baru tersebut karena belum adanya payung hukum untuk menetapkan penyesuaian harga beli listrik.

“Makanya harus ada opini dari BPKP apakah harga yang akan ditetapkan itu menguntungkan atau tidak bagi negara. Harga listrik sekitar US$0,067 per kWh itu merupakan harga yang wajar untuk pengembangan PLTP Sarulla saat ini,” tutur Purwono.

Seperti diketahui, pengembangan proyek PLTP Sarulla yang ditaksir menelan investasi sekitar US$600 juta tersendat  cukup lama akibat tidak adanya kesepakatan soal harga jual listrik dengan PLN. Medco bersama mitra diketahui meminta harga listrik sekitar US$0,08-US$0,09 per kWh, tetapi PLN hanya sanggup membeli US$0,06 per kWh.

Negosiasi harga tersebut telah berlangsung sejak 2004 dan perusahaan setrum pelat merah itu tidak berani mengambil keputusan karena tidak memiliki ketetapan hukum untuk mengubah kontrak yang ada.

Dalam proyek itu, Medco memiliki 37,5% saham, Itochu Corporation 25%, Kyushu Electric Power Inc 25%, dan Ormat International Inc 12,5%. Sebagian besar dana proyek tersebut diketahui berasal dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.