Monday, July 24, 2017

PLN berharap Badraja serahkan izin PLTA Asahan

April 5, 2010 by  
Filed under Featured, Hydro Power

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengharapkan pihak swasta, PT Badraja Swarna Utama menyerahkan izin lokasi pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan unit 3 kepada perseroan tersebut.

Dirut PLN Dahlan Iskan mengungkapkan rencana pembangunan proyek PLTA Asahan 3 tidak akan bisa dilaksanakan oleh BUMN listrik itu, selama izin prinsip lokasi masih di tangan perusahaan swasta.

“Hingga kini, sudah 12 kali kami menunggu keputusan soal izin prinsip lokasi pembangkit itu, yakni sejak 2004, tetapi malah diserahkan kepada pihak swasta. Padahal, pemerintah pusat kan sudah memberikan proyek itu kepada PLN. Sekarang, kami hanya bisa meminta kebijaksanaan swasta saja,” tuturnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Menurut dia, sejak awal pemerintah pusat memutuskan proyek pembangkit listrik bertenaga air itu dikerjakan oleh PLN sehingga perseroan itu telah melakukan studi, perencanaan disain, dan rancangan bangunan.

Bahkan, lanjut dia, PLN menghabiskan dana investasi sekitar hampir Rp100 miliar untuk menyelesaikan studi awal dan kegiatan lainnya. Selain itu, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jepang juga telah menandatangani komitmen pendanaan sebesar US$250 juta guna memenuhi kebutuhan investasi proyek tersebut.

BUMN listrik itu diketahui sudah meminta izin prinsip lokasi proyek PLTA Asahan 3 kepada Gubernur Sumatra Utara. Kemudian, pada 2006, izin prinsip pemanfaatan lokasi itu diserahkan kepada salah satu perusahaan swasta, milik Kalla Group.

Namun, pada Agustus 2007, Kalla Group menghentikan rencana pembangunan dan mengembalikan proyek tersebut kepada PLN, setelah mengetahui adanya keputusan bahwa PLTA Asahan 3 akan dikerjakan oleh perseroan itu.

Dalam surat pengunduran diri tersebut, disebutkan bahwa perusahaan telah mengundurkan diri secara suka rela, dengan harapan bahwa proyek PLTA Asahan 3 menjadi proyeknya PLN.

Dahlan memaparkan pada September 2007, perseroan itu kembali mengajukan izin prinsip pemanfaatan lokasi kepada Gubernur Sumut, tetapi tetap tidak diindahkan.

“Tiba-tiba, pada 2009 Gubernur Sumut mengeluarkan izin lokasi itu untuk Badraja. Nah, sekarang kami masih berusaha agar Badraja dengan suka rela mau melepaskan izin lokasi itu. PLN masih terus mendekati Badraja agar pengerjaan pembangunannya bisa dilakukan oleh PLN.”

Menurut Dahlan, bila proyek PLTA Asahan 3 diserahkan kepada PLN, nama baik pemerintah tetap terjaga dengan baik di mata Jepang menyusul komitmen pendanaan yang telah disepakati.

Selain itu, perseroan itu juga bisa menyelesaikan proyek tersebut dengan harga listrik lebih murah dan penyelesaian pembangunan lebih cepat dibandingkan dengan pihak swasta sesuai dengan kesiapan PLN, baik soal pendanaan maupun studi awal.

Berdasarkan keputusan rapat di Kantor Wapres pada 18 Januari 2010, pemerintah meminta kepada Gubernur Sumut untuk segera menerbitkan izin lokasi pembangunan PLTA Asahan 3 kepada PLN. Rapat itu juga telah memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada PT Badraja Swarna Utama yang sebelumnya juga mengembangkan Asahan 1 untuk membangun PLTA Asahan 4 di lokasi yang berbeda.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.