Friday, May 26, 2017

PLN akan tuntut Sumut atas izin PLTA Asahan III

April 10, 2010 by  
Filed under Hydro Power

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana menuntut Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, terkait pemberian izin prinsip lokasi proyek pembangunan PLTA Asahan III kepada pihak swasta, PT Badraja Swarna Utama.

Dirut PLN Dahlan Iskan mengungkapkan rencana gugatan tersebut akan dilayangkan kepada gubernur Sumatra Utara, jika dalam waktu 2 pekan ke depan perseroan itu tak kunjung mendapatkan izin prinsip lokasi pembangunan proyek.

“Kalau sampai batas waktunya tidak tercapai kesepakatan, PLN akan gugat gubernur Sumut. Batas waktunya 2 minggu sejak sekarang,” ujarnya, hari ini.

Menurut dia, BUMN listrik itu sudah mengajukan izin lokasi sejak 2004, tetapi tidak diberikan oleh pemprov. Bahkan, katanya, izin lokasi tersebut diberikan kepada pihak lain, kendati pemerintah pusat telah menyerahkan proyek PLTA Asahan III kepada PLN.

Dia mengatakan PLN telah menghabiskan dana investasi sekitar hampir Rp100 miliar untuk menyelesaikan studi awal dan kegiatan lainnya.

Selain itu, Indonesia bersama Jepang juga telah menandatangani komitmen pendanaan sebesar US$250 juta guna memenuhi kebutuhan investasi proyek tersebut. “Kami sudah mengeluarkan biaya segitu banyak dan siap membangun. Izin lokasi malah diberikan kepada pihak swasta,” tuturnya.

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM Jacobus Purwono menegaskan proyek PLTA Asahan III tetap akan diselesaikan oleh PLN.

“Hasil keputusan rapat di Kantor Wapres beberapa waktu lalu sudah memutuskan begitu. PLTA Asahan III sudah diserahkan kepada PLN,” ujarnya.

Hanya saja, katanya, PLN tetap diminta melakukan pendekatan kepada Pemprov Sumut sehingga izin prinsip lokasi yang semula sudah diberikan kepada pihak swasta bisa dikembalikan kepada perusahaan listrik pelat merah itu.

BUMN listrik itu diketahui sudah meminta izin prinsip lokasi proyek PLTA Asahan III kepada gubernur Sumatra Utara. Kemudian, pada 2006, izin prinsip pemanfaatan lokasi itu diserahkan kepada salah satu perusahaan swasta, milik Kalla Group.

Namun, pada Agustus 2007, Kalla Group menghentikan rencana pembangunan dan mengembalikan proyek tersebut kepada PLN, setelah mengetahui adanya keputusan bahwa PLTA Asahan III akan dikerjakan oleh perseroan itu.

Dalam surat pengunduran diri itu, disebutkan bahwa perusahaan telah mengundurkan diri secara suka rela, dengan harapan bahwa proyek PLTA Asahan III menjadi proyeknya PLN.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.