Monday, May 29, 2017

PLN akan buka tender gas 200 BBtud

April 6, 2010 by  
Filed under BBG

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terpaksa membuka tender gas minimal 200 BBtud bagi produsen dalam dan luar negeri untuk mengatasi kekurangan pasokan bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Tawar, Bekasi.

Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji mengungkapkan pengadaan terbuka gas pembangkit itu akan dilaksanakan pada pertengahan bulan ini dengan harapan pada akhir 2010 sudah ada kepastian pemenangnya.

“Sejak awal Maret 2010, PLN kan terpaksa membakar BBM karena pasokan gas dari PGN hanya 100 BBtud. Tak jarang, pasokan itu kurang dari 100 BBtud. Kami memperkirakan alokasi gas domestik untuk pembangkit PLN menjadi tidak pasti, makanya kami membuka tender pasokan gas,” tuturnya hari ini.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pengadaan gas pembangkit itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat sehingga akhir 2010 sudah ada kepastian perusahaan pemenang.

PLN, katanya, berharap pasokan gas bisa terealisasi paling lama pertengahan 2012. Menurut dia, persyaratan utama pemenang tender gas tersebut harus sebagai produsen dan bersedia membangun infrastruktur gas menuju pembangkit Muara Tawar.

Selain itu, kata dia, kontrak pasokan gas ke PLN tersebut untuk jangka waktu selama 10 tahun.

“PLN tidak akan melakukan investasi baru untuk ini [pengadaan gas] dan hanya membeli gasnya saja. Terserah produsen bagaimana mau memasoknya ke pembangkit yang ada. Yang jelas, sudah ada satu produsen gas dalam negeri menyatakan minatnya,” ujar Nur enggan menyebutkan namanya.

Terkait dengan soal harga, menurut dia, besaran harga gas yang akan dibeli BUMN listrik itu akan terbentuk pada saat tender berlangsung. Menurut dia, jumlah gas yang dibutuhkan pembangkit PLN sepanjang 2010 mencapai 2.432BBtud, sedangkan pasokan yang tersedia baru 1.471 BBtud.

Bahkan, kebutuhan pasokan gas PLN diperkirakan akan meningkat menjadi 2.516 BBtud pada 2011. Namun, kepastian pasokan gas diperkirakan hanya1.401 BBtud. Nur mengatakan kekurangan pasokan gas itu terjadi secara alamiah akibat penurunan kemampuan produksi beberapa sumur.

Seperti diketahui, sejak 1 Maret 2010, PLN terpaksa membakar BBM yang biayanya empat kali lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan gas karena pasokan dari PGN hanya 100 BBtud dan hanya mampu mengoperasikan satu dari empat blok yang ada.

Bila kondisi itu diteruskan, sampai akhir tahun PLN harus menggunakan BBM sekitar 618.000 kiloliter yang membutuhkan biaya tambahan sebesar Rp2,4 triliun.

Namun, Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebelumnya mengungkapkan kekurangan pasokan gas pembangkit listrik PLN, untuk sementara akan digantikan dengan sumber energi lain, seperti BBM.

“PHE ONWJ memang sudah komit ke PLN untuk PLTGU Muara Tawar, tetapi PLN bisa menggunakan sumber energi lainnya untuk menutupi kekurangan gas,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.