Saturday, May 27, 2017

PGN tunggu persetujuan impor LNG dari Qatar

March 10, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah untuk mengimpor gas dalam bentuk liquefied natural gas (LNG) dari Qatar yang direncanakan sebanyak 1,5 juta —2 juta ton per tahun.

Vice President Pasokan Gas PGN Gamal Imam Santoso mengatakan perusahaan akan fokus untuk merealisasikan pengadaan gas dalam bentuk LNG yang akan dipasok ke fasilitas floating storage and regasification terminal (FSRT) di Belawan dan Teluk Jakarta.

Menurut dia, untuk kedua fasilitas itu dibutuhkan LNG sebanyak 4,5 juta ton per tahun, masing-masing 1,5 juta ton di Belawan dan 3 juta ton di Teluk Jakarta.

Saat ini, PGN baru mendapatkan pasokan dari Bontang sebanyak 11,75 juta ton dalam 10 tahun mulai 2012. PGN, tuturnya, juga masih bernegosiasi untuk mendapatkan LNG dari Tangguh sebanyak 1,5 juta ton yang merupakan pengalihan dari Sempra Energy.

“Kami juga akan mengajak pemerintah ke Qatar untuk mendapatkan sisa kebutuhan LNG sebanyak 1,5 juta ton—2 juta ton per tahun. Ini utamanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan PLN. Untuk industry skala kebutuhannya tidak terlalu besar,” katanya hari ini.

Direktur Pengembangan Usaha PGN Michael Baskoro menambahkan PGN telah berkomunikasi dengan produsen gas di Qatar. Namun, produsen Qatar hanya bersedia menyalurkan gasnya untuk PGN apabila didukung oleh pemerintah.

“Qatar melihatnya pemerintah Indonesia sehingga kami membutuhkan green light dari pemerintah untuk mendapatkan LNG itu,” tuturnya.

Selain dari Qatar, kata Michael, perusahaan juga berupaya mencari berbagai alternatif pasokan LNG di luar negeri, seperti Australia dan Papua Nugini.

“Namun sekali lagi itu harus mendapatkan green light dari pemerintah. Tanpa itu kami tidak bisa jalan.”

Pemerintah berencana membangun FSRT dengan mendorong PGN dan Pertamina di Belawan dan Teluk Jakarta. Pembangunan FSRT yang diharapkan tuntas 2011—2012 itu memungkinkan konsumen gas Indonesia memperoleh bahan bakar itu dari sumber mana saja, termasuk impor, di tengah semakin sulitnya mendapatkan gas murah di Tanah Air.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.