Friday, September 19, 2014

PGE minta Dizamatra ganti 2 turbin PLTP Sibayak

March 16, 2010 by  
Filed under Geothermal

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) meminta PT Dizamatra Powerindo mengganti 2 unit generator turbin geothermal pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sibayak 2×5 megawatt (MW).

Permintaan itu diajukan PGE terhadap Dizamatra Powerindo, mitra operasi proyek PLTP Sibayak, Sumatra Utara, karena kedua turbin itu seringkali terjadi kerusakan sehingga berpotensi merusak sumur panas bumi milik PGE.

Direktur Utama PGE Abadi Poernomo mengungkapkan hingga kini 2 unit generator turbin geothermal yang masing-masing mampu memproduksi 5 MW tersebut tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya sehingga menghambat kegiatan operasional pembangkit.

“Pembangkit itu hanya seminggu beroperasi, setelah itu berhenti. Seringkali terjadi kerusakan. Kalau begini terus, kan bisa merusak sumur panas bumi yang kami miliki. Kami minta diganti saja,” tuturnya, hari ini.

Desain dan pembangunan fase pertama PLTP Sibayak yang diketahui menelan investasi sekitar US$12 juta tersebut diharapkan bisa menghasilkan energi listrik sebesar 120 MW.

Pada fase tersebut juga meliputi pembangunan 2unit generator turbin geothermal yang semula ditargetkan bisa beroperasi pada pertengahan 2007. PT Dizamatra Powerindo sendiri, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan China National Electric Wire and Cable Imp/Exp Corporation pada 1 September 2005 untuk pembuatan desain dan pembangunan fase pertama PLTP tersebut.

Menurut Abadi, kerja sama PGE dengan Dizamatra hanya sebatas kesepakatan perjanjian jual-beli uap untuk PLTP Sibayak. PGE memasok uap ke Dizamatra dan selanjutnya Dizamatra akan menjual listrik ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“China memang pemain baru dalam pengadaan mesin pembangkit panas bumi, makanya hasilnya tidak memuaskan. Kami minta generator turbin itu diperbaiki, kalau tidak bisa, terpaksa diganti. Sebenarnya itu opsi terakhir. Persoalan ini kan harus selesai.”

Abadi memaparkan PGE akan mengembangkan energi panas bumi Sibayak hingga maksimal berkapasitas 40 MW. Setelah menyelesaikan dua unit pembangkit berkapasitas masing-masing 5 MW, PGE akan mengembangkan tiga unit pembangkit dengan kapasitas 10 MW per unit.

“Kami berharap agar persoalan generator ini bisa tuntas, sehingga pembangunan unit lainnya bisa dilanjutkan. Kalau sumurnya on-off terus bisa rusak juga. Sibayak itu kan banyak menggunakan power plant dari China, padahal mereka tidak mempunyai pengalaman untuk geothermal. Mereka berani saja,” tutur Abadi.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.