Saturday, October 21, 2017

PetroChina Co alokasikan dana akuisisi US$60 miliar

March 30, 2010 by  
Filed under BBM

PetroChina Co berencana untuk menghabiskan dana setidaknya US$60 miliar dalam beberapa dekade mendatang untuk akuisisi di luar negeri menantang Exxon Mobil Corp dan BP Plc berpacu menguasai ladang minyak dan gas.

“10 tahun lalu, PetroChina merupakan perusahaan milik negara, sekarang kami memiliki tujuan untuk menjadi perusahaan energi dengan skala internasional,” kata Chairperson PetroChina Jiang Jiemin dalam wawancara ketika menjabarkan rencana investasi.

PetroChina yang berbasis di Beijing menghabiskan hampir US$7 miliar tahun lalu untuk membeli kilang dan cadangan minyak di Australia, Kanada, Singapura dan Asia Tengah. Ekspansi ini membuat PetroChina bersaing ketat dengan Exxon yang berbasis di Irving, Texas. Exxon sepakat untuk membeli XTO Energy Inc yang merupakan produsen gas AS sebesar US$30 miliar pada Desember.

“Setiap lima atau 10 tahun, Anda setidaknya mendapatkan kesepakatan senilai US$30 miliar, namun sekarang, kesepakatan senilai US$6 miliar tiap tahun dan ini cukup signifikan bagi perusahaan minyak. Ini membuat PetroChina berada pada level yang sama, bahkan melebihi pengeluaran beberapa perusahaan minyak asing,” kata analis di Sanford C. Bernstein Ltd Hong Kong, Neil Beveridge.

Exxon bergantung pada sektor gas untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan dengan mengakuisisi XTO Energy dan juga melebarkan sayap dari Pasifik Selatan sampai Laut Celtic.

BP bersaing dengan Royal Dutch Shell Plc sebagai produsen minyak terbesar di Eropa. Shell membayar setidaknya US$8,3 miliar untuk mengakuisisi aset dalam 12 bulan terakhir.

Pengeluaran sejumlah perusahaan China untuk akuisisi di sektor tambang dan energi mencapai rekor US$32 miliar tahun lalu. China Petroleum & Chemical Corp, perusahaan terbesar Asia, mengatakan akan mengeluarkan US$2,5 miliar untuk membeli ladang minyak di Angola dari perusahaan induk China Petrochemical Corp. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak mentah 8,8%.

“Saya rasa total investasi tidak lebih dari US$60 miliar diperlukan untuk mengembangkan lima kawasan kami dalam sebuah kerja sama global minyak dan gas pada tahun 2020,” kata Jiang.

Beveridge juga mengatakan bahwa PetroChina menghabiskan US$2 miliar-US$3 miliar per tahun dalam 5 tahun terakhir sehingga rencana investasi dapat terlaksana.

Saham PetroChina jatuh untuk hari kelima di Hong Kong pada 26 Maret setelah pembelian Arrow Enerfy Ltd pekan lalu senilai US$3,2 miliar. Arrow Energy yang berbasis di Brisbane menyuling gas yang tersembunyi dalam batu bara. Penurunan saham disebabkan munculnya indikasi potensi rendahnya return investasi.

Beveridge mengatakan investor ingin melihat apakah akuisisi yang dilakukan PetroChina dalam sektor minyak dan gas luas dan murah. “Investor ingin melihat pertumbuhan terjadi perusahaan dan mungkin muncul harapan bahwa pertumbuhan akan melebihi laba yang tinggi,” ujarnya.

Investor jangka panjang bertaruh atas keberhasilan PetroChina, mendongkrak saham PetroChina naik 40% dalam 12 bulan terakhir. Kenaikan ini mengalahkan kenaikan saham BP yang mencapai 38% dan mengungguli penurunan saham Exxon sebesar 3,1%.

Jing mengatakan kesepakatan dengan Arrow akan membantu PetroChina meningkatkan cadangan metan pada batu bara jenis bed sampai 38 triliun cubic meters. PetroChina juga berencana meningkatkan kapasitas produksi tahunan bahan bakar mencapai 4 miliar cubic meters dalam kurun waktu 5 tahun.

Rival domestik PetroChina, Cnooc Ltd, membatalkan tawaran sebesar US$18,5 miliar atas Unocal Corp yang berbasis El Segundo, California pada 2005. Saat itu, tawaran itu merupakan akuisisi terbesar yang dilakukan oleh perusahaan China.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.