Tuesday, July 25, 2017

Perusahaan tambang terancam kehilangan area

May 26, 2010 by  
Filed under Tambang

Perusahaan tambang terancam kehilangan area pertambangannya sepanjang pemerintah daerah belum mengeluarkan perda mengenai rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) daerah masing-masing.

Direktur Teknik dan Lingkungan, Ditjen Mineral,Batu bara dan Panas bumi KementerianEnergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) MS Marpaung mengungkapkan pihaknya tetap akan memprioritaskan peyelesaian persoalan di sektor tambang yang menyangkut RTRW, terutama perusahaan yang sudah memiliki area pertambangan, namun belum ditetapkan tata ruangnya.

“Ada kan perusahaan tambang yang sudah memiliki area pertambangan, tetapi belum sesuai dengan RTRW baru. Padahal RTRW-nya juga belum ditetapkan. Itu artinya mereka tetap saja tidak bisa menambang karena area tambangnya menjadi tidak jelas. Ini dulu yang mau kita urus,” kata dia, hari ini.

Kementerian Pekerjaan Umum, kata dia, memang sudah menjanjikan penyelesaian soal RTRW secara case by case (kasus per kasus). Namun, perusahaan tambang yang sudah memiliki area pertambangan tetap saja berpeluang kehilangan izin penambangannya.

“Perusahaan tambang tetap saja tidak bisa menambang di daerah yang sudah diperolehnya. Solusinya, ya terpaksa kita menambang di daerah yang benar-benar RTRWnya sudah jelas. Kalau menurut saya, perusahaan tambang jangan terlalu banyak berharap dan nyempil dalam satu wilayah. Apa iya tata ruangnya itu? Nantinya pasti jadi korban saja kalau belum jelas.”

Marpaung mencontohkan PT Dairi Prima Mineral (DPM) hanya diperbolehkan menambang di area seluas 26 hektar, padahal mengajukan permohonan 44 ha. Hal seupa juga dialami oleh perusahaan tambang emas, PT Natarang Mining di Tanggamos dan PT Avocet di Minahasa terpaksa kehilangan area pertambangannya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.