Friday, March 24, 2017

Perusahaan Minyak Arab Saudi “Aramco”

December 13, 2009 by  
Filed under BBM

ARAMCO, Perusahaan minyak Amerika yang berdiri tahun 1933 pada akhirnya dimiliki pemerintah Arab-Saudi secara keseluruhan pada tahun 1980. Dalam perkembangannya di 1988 pemerintahan Arab-Saudi mengatur seluruh tanggung jawab menegerial dan operasional dari Perusahaan Energi Aramco.

Pada tahun 1993 pihak kerajaan mengeluarkan keputusan untuk melebur seluruh proses penyulingan dan produktivitas minyak menyerahkannya kepada perusahaan ARAMCO , yang pada akhirnya menjadi penanggung jawab pada sebagian besar pekerjaan di sektor MIGAS, mulai explorasi, penyelidikan, produksivitas, sampai pada penyulingan, transportasi dan marketing.

Sebagai tiang penyangga perekonomian nasional Arab Saudi, ARAMCO perannya sangat penting dalam perkembangan produk-produk lokal dan memperluas ekspor negara dan hasil produksi.Saat ini perusahan raksasa yang berpusat di Dahran, Saudi Arabia menempati urutan keempat dunia dalam hal cadangan gas, bersadarkan perkiraan perusahaan pada dan menduduki peringkat kedelapan di dunia dari sisi kekuatan penyaringan.

Sesuai data yang dalam tulisannya, terbitan mingguan “Pettroleum Intelligency” mengulas perusahaan Minyak Nasional Arab Saudi ini :

* ARAMCO saat ini memiliki tanker terbesar kedua di dunia.

* Perbandingan pegawai pada perusahaan ini, 87% tenaga lokal dan hanya 13% tenaga asing.

* ARAMCO Saudi adalah  100 persen milik Kerajaan Saudi Arabia.

* ARAMCO memiliki perusahaan anak cabang, proyek-proyek venture, kantor-kantor, perusahaan-perusahaan di Cina. Mesir, Jepang, Yunani, Belanda, Philipina, Korea Barat, Sigapura, Emirat Arab, UK dan Amerika. Telah ditandatangani kesepakatan antara ARAMCO Saudi dengan perusahaan Sumitomo Chemical Jepang untuk kerjasama dengan proyek raksasa untuk pengembangan lembaga terpadu pada sektor penyulingan dengan bahan petrokimia di kota Rabigh yang terletak pada pantai bagian Barat Saudi Arabia,

Awal November  2009 lalu, Aramco melakukan pendekatan pada  China Petroleum & Chemical Corp atau lebih dikenal dengan nama Sinopec untuk membeli saham ladang minyak Qingdao.Kedua perusahaan kemungkinan akan melakukan kerjasama, meliputi prosesproduksi dan penjualan minyak mentah. Negara importir seperti Cina membutuhkan sumber daya energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sinopec menyatakan  bahwa pihaknya kemungkinan akan meng-impor sekurangnya 50 juta ton minyak mentah per tahun dari Arab Saudi.Qingdao merupakan ladang minyak yang berlokasi di Provinsi Shandong dengan kapasitas produksi sebanyak 200,000 barel per hari.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.