Saturday, March 25, 2017

Perusahaan diminta operasikan sendiri tambangnya

July 4, 2010 by  
Filed under Alternatif

Pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan tambang batu bara bisa mengoperasikan sendiri wilayah tambangnya untuk mengurangi ketergantungan yang tinggi pada kontraktor yang berakibat pada minimnya pengawasan operasi di lapangan.

Rendahnya pengawasan operasi oleh pemilik wilayah tambang terhadap kontraktornya kerap menjadi sebab timbulnya kecelakaan tambang di batu bara di Indonesia yang relatif tinggi, kendati masih lebih rendah dibandingkan dengan kecelakaan tambang di China.

Sekretaris Dirjen Mineral, Batu bara, dan Panas Bumi Witoro Sularno mengatakan selama ini suatu wilayah tambang batu bara yang dikuasai oleh satu perusahaan dioperasikan oleh banyak kontraktor.

Kontraktor-kontraktor tersebut, tuturnya, kerap pula melibatkan subkontraktor di bawahnya. Kondisi itu, tuturnya, telah menyebabkan sulitnya perusahaan tambang untuk mengawasi operasi tambang di wilayah kerjanya sendiri.

Akibatnya, kecelakaan tambang batu bara cukup kerap terjadi di Indonesia, salah satunya yang terjadi pada wilayah kerja Kideco Jaya Agung.

“Satu perusahaan batu bara bisa menggunakan banyak kontraktor, dan banyak subkontraktor. Akhirnya perusahaan itu sulit mengawasi kinerja kontraktornya. Seperti Kideco, dia pakai Buma, Pama Persada, Trisindo empat lainnya. Di satu sisi, itu memang menyerap tenaga kerja, tapi di sisi lain risiko kecelakaan tambang juga tinggi,” katanya hari ini.

Idealnya, tuturnya, seperti digariskan Undang-undang Mineral dan Batu bara, perusahaan tambang batu bara bisa mengoperasikan sendiri wilayah tambangnya. Praktik semacam itu, katanya, sudah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan mineral.

“Nanti dengan UU Minerba itu kami harapkan perusahaan batu bara bisa operasikan sendiri wilayah tambangnya,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.