Monday, May 22, 2017

Pertamina Tetap Rugi Jika Harga Elpiji Hanya Naik Rp 1.000/Kg

June 1, 2010 by  
Filed under BBG

PT Pertamina (Persero) mengaku akan tetap merugi meskipun harga elpiji non subsidi dinaikkan sekitar Rp 1.000 per kg. Kenaikan tersebut hanya bisa menutupi 30-40% dari kerugian yang ditanggung BUMN Migas itu.

Elpiji non subsidi yang dijual Pertamina adalah yang berkapasitas 12 kg, 50 kg, dan elpiji curah.

“Kalau disesuaikan maka ke depannya kita masih mengalami kerugian. Itu hanya tutupi 30-40 persen saja,” ujar Vice Presiden Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (31/5/2010).

Menurut Basuki, dengan Contract Price Aramco (CPA) Mix US$ 718 dan kurs rupiah Rp 9.074/US$ maka harga keekonomian elpiji non subsidi sekitar Rp 8.508 per kg, sementara saat ini harga elpiji jenis tersebut dijual dengan harga Rp 5.850 per kg sehingga Pertamina harus menanggung kerugian sekitar Rp 2.658 per kg.

“Jadi kalau naiknya Rp 1.000 per kg, itu belum nutupi kerugian Pertamina,” ungkapnya.

Pertamina memperkirakan konsumsi elpiji non subsidi pada tahun ini sekitar 1,2 juta metric ton dan elpiji bersubsidi ukuran 3 kg pada tahun 2010 sekitar 3 juta MT sehingga total konsumsi elpiji di tanah air mencapai 4,2 juta MT.

BUMN Migas itu sudah mengajukan usulan kenaikan harga sebesar Rp 1.000 per kg tersebut kepada pemerintah. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.