Monday, March 27, 2017

Pertamina Minta Ganti Rugi Rp 6,9 Triliun ke Pemerintah

April 29, 2010 by  
Filed under BBM

Jakarta – PT Pertamina (Persero) akan meminta kompensasi kepada pemerintah atas kerugian sebesar Rp 6,9 triliun dari penyaluran BBM bersubsidi pada tahun 2009. Kompensasi itu bisa diberikan dalam beberapa opsi.

Demikian disampaikan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di sela acara ‘IndoCBM’ di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2010).

“Dalam UU BUMN kan jelas disebutkan BUMN pelaksana public service obligation (PSO) tidak boleh merugi. Jadi Kami akan meminta kompensasi kepadai pemerintah atas kerugian Pertamina menjalankan distribusi BBM bersubsidi pada tahun lalu. Kami akan sampaikan dalam RUPS 6 Mei nanti,” urai Karen.

Menurut Karen, beberapa opsi yang akan diusulkan perseroan untuk mengkompensasi kerugian tersebut, yaitu pemotongan dividen, potongan pajak atau pengurangan kewajiban-kewajiban Pertamina lainnya kepada pemerintah.

Untuk itu, lanjut Karen, Pertamina meminta agar usulan alpha pendistribusian BBM bersubsidi tahun 2010 sebesar Rp 662 per liter dapat disetujui, sehingga BUMN tersebut tidak rugi. Menurut Karen, dengan alpha sebesar Rp 556 per liter dalam APBN 2010, sepanjang Januari hingga Maret 2010 saja, Pertamina rugi Rp 456 miliar.

“Untuk kompensasi atas kerugian yang terjadi pada 2010 dibicarakan dan dikompensasi pada 2011,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam rapat kerja antara pemerintah dengan Komisi VII DPR, Pertamina mengusulkan kenaikan alpha dari Rp 556 per liter dalam APBN 2010 menjadi Rp 626 per liter dalam RAPBN-P 2010. Usulan tersebut dengan menggunakan asumsi  harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) US$80 per barel dan kurs Rp9.200.

Besaran alpha yang diusulkan tersebut sudah termasuk margin sebesar Rp 100 per liter agar BUMN Migas tersebut bisa mencetak laba bersih sebesar Rp 25 triliun pada tahun ini.

Alpha BBM tetap Rp 556 per liter

Dihubungi terpisah, Ketua Badan Anggaran DPR, Harry  Azhar Azis menyatakan pihaknya menolak usulan  kenaikan alpha BBM bersubsidi sebesar Rp 662 per liter dalam RAPBN-P 2010. Hal itu sudah disepakati dalam rapat Panja Asumsi, Pendapatan, Defisit  dan Pembiayaan Banggar DPR yang dilaksanakan kemarin sore.

“Karena kita berpatokan dengan dalam UU APBN 2010 mereka kan minta Rp 556 per liter. Ya itu yang kita setujui,” kata Harry saat dikonfirmasi.

Begitupun dengan usulan Pertamina untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi dalam RAPBN 2010 dari 36,5 juta kiloliter menjadi 40,1 juta KL juga ditolak oleh  Banggar DPR.

“Mereka minta kuota 40,1 juta KL angka itu tidak  bisa disetujui karena subsidi BBM juga akan meningkat juga,” jelas dia.

Menanggapi hal tersebut, Karen menyatakan pihaknya akan tetap bertahan agar alpha dinaikkan menjadi Rp 662 per liter.

“Pertamina tetap pada posisi Rp 662 per liter dan sekarang masih terus dibicarakan,” tegasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.