Tuesday, January 17, 2017

Pertamina-Kodeco kembangkan Blok West Madura

April 6, 2010 by  
Filed under BBM

PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan Kodeco Energy untuk pengembangan Blok West Madura sebagai bagian dari hasil pertemuan Indonesiia-Korea Energy Forum yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan bulan lalu.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan kedua perusahaan sudah membuat kesepakatan bersama, khususnya terkait dengan pola hubungan kerja sama kedua perusahaan di Blok West Madura yang kini dioperatori oleh perusahaan Korea Selatan tersebut.

“Antara mereka business to business [B to B] sudah beres, tetapi secara resmi belum lapor sehingga belum diputuskan,” katanya menjawab pertanyaan Bisnis,  kemarin.

Seperti diketahui, Kodeco dan mitra lainnya, yaitu CNOOC berniat untuk memperpanjang kontrak kerja sama migasnya di Blok West Madura yang akan berakhir pada Mei 2011. Namun, Pertamina menghendaki agar minimal BUMN itu bisa menjadi operator di blok tersebut, jika tidak mendapatkan hak partisipasi sebesar 100%.

Pertamina menghendaki setidaknya bisa meningkatkan hak partisipasinya di blok produksi itu menjadi 60% untuk mengambil alih kendali, dari posisi saat ini 50%. Pada kontrak lama, Kodeco dan CNOOC berbagi hak partisipasi sama besar, yaitu 25% dengan hak operator berada pada Kodeco.

Ketika dihubungi, Manager Relations PHE Ali Mundakir mengatakan hingga saat ini informasi mengenai kontrak kerja sama tersebut masih berada di perusahaan induk. Namun, katanya, PHE berharap bisa mengambil alih kendali operator Blok West Madura tersebut.

“Kalau induk [Pertamina] sudah ada keputusan dan ternyata memang ada kesepakatan perubahan operator, kami yang akan ditugaskan menjadi pelaksana operator West Madura. Tetapi, sejauh ini belum ada informasi soal itu,” katanya.

Selain kerja sama mengenai West Madura, di sektor hulu Pertamina juga menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Kodeco untuk pengembangan Poleng TAC. Di Poleng TAC, Kodeco saat ini bekerja sama dengan Pertamina EP.

Sebelumnya, Senior Vice President dan General Manager Kodeco Energy Indonesia Huang Chunlin mengatakan produksi minyak perusahaan mencapai 28.827 bph dan 205.776 juta kaki kubik per hari (MMscfd) gas. Produksi yang setara dengan 63.000 barel setara minyak per hari itu merupakan rekor produksi migas perusahaan selama beroperasi di Indonesia.

Selain terkait sektor hulu migas, forum energi Indonesia-Korea Selatan juga menghasilkan kesepakatan kerja sama antara Pertamina dan SK Energy untuk hilir migas. Keduanya terlibat dalam proyek kilang pelumas dasar di Dumai dan beberapa potensi kerja sama lain di Indonesia.

Sedangkan beberapa bidang kerja sama yang potensial untuk dikembangkan di masa depan, antara lain pengembangan dimetil eter (DME) sebagai minyak baru, pengembangan lapangan migas marjinal, CBM, batu bara dan penelitian bersama biofuel generasi kedua.

Pada kesempatan tersebut, Delegasi Korea Selatan juga menyampaikan harapannya agar  dapat melanjutkan kerja sama menyosialisasikan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.