Tuesday, May 30, 2017

Pertamina Harus Masuk Blok Mahakam sebelum 2017

March 11, 2010 by  
Filed under BBM

Keinginan PT Pertamina (Persero) untuk masuk ke Blok Mahakam, Kalimantan Timur, masih terbuka lebar. Namun BUMN Migas ini harus aktif melakukan langkah sebelum berakhirnya kontrak kerja sama produksi (Production Sharing Contract (PSC) Total EP Indonesie pada 2017.

“Pemerintah ingin Pertamina bisa masuk sebelum kontrak Blok Mahakam berakhir (expired),” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, di Jakarta, Rabu (10/3).

Namun sesuai ketentuan, saat kontrak tersebut berakhir maka lapangan tersebut tetap harus dikembalikan ke negara dan tidak secara otomatis diperpanjang meski Pertamina masuk sebelum kontrak berakhir.

“Namun kita juga tetap memperhatikan jika Total mengajukan permohonan perpanjangan, maka pemerintah akan mempertimbangkannya. Ini untuk membuat posisi Indonesia menjadi lebih baik, karena salah satu pertimbangannya kontribusi Total cukup besar. Produksinya di atas target yang ditentukan Tapi kita ingin kalau pun diperpanjang, peran Indonesia dalam hal ini Pertamina diperbesar,” ujar Darwin.

Sebelumnya, Darwin juga pernah menyatakan akan memberi dukungan maksimal supaya Pertamina bisa mendapat porsi saham di Blok Mahakam.

“Pertamina akan didukung untuk memiliki saham disana, selama saya menjadi Menteri ESDM, Pertamina akan saya dukung,” tegas Darwin.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR beberapa waktu lalu, Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, pihaknya meminta pemerintah memberikan hak secara otomatis untuk mengelola blok yang akan berakhir 2010 dan seterusnya sebagaimana halnya diberlakukan di negara lain seperti Nigeria.

“Pertamina terbukti mampu mengelola blok lebih baik seperti Sanga-sanga dan Onshore North West Java (ONWJ) yang mengalami kenaikan produksi sejak diambil alih. Khusus Blok Mahakam yang kini tengah dalam proses perpanjangan kontrak, pada tahap awal, Pertamina akan mengambil alih kepemilikan sebesar 25 persen blok yang akan habis masa konsesinya pada 2017 itu,” tutur Karen.

Selanjutnya, setelah 10 tahun Pertamina bertekad mengelola sendiri blok migas yang akan habis masa kontraknya dengan Total EP Indonesie dan Inpex Corporation tersebut.

Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.

Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50% dan sisanya Inpex Corporation.

Dalam 10 tahun ke depan, tercatat 24 blok migas yang akan habis masa kontraknya. Blok-blok itu di antaranya West Madura, Mahakam, Tuban, Siak, East Kalimantan, Jambi Merang, dan North Sumatra B Block. Pertamina pada 2010 menyiapkan dana Rp10,2 triliun guna mengakuisisi sejumlah blok yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.