Pertamina hanya bangun 20 SPBU tahun ini
PT Pertamina membatasi izin pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebanyak 20 lokasi tahun ini untuk menjaga omzet pengusaha agar tetap bisa memberikan keuntungan.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan saat ini proposal rencana pembangunan SPBU baru sudah menumpuk di Pertamina. Namun, katanya, Pertamina hanya akan memberikan izin baru sebanyakk 20 SPBU di seluruh Indonesia tahun ini.
“Sekarang ini kan masih banyak yang antre. Tapi tahun ini kami akan membatasi hanya keluarkan izin bangun 20 SPBU saja di seluruh Indonesia,” jelasnya hari ini.
Djaelani mengatakan kebijakan pembatasan itu ditujukan untuk menjaga agar omzet pengusaha SPBU tetap menarik. Saat ini, katanya, jumlah SPBU di seluruh Indonesia sudah mencapai 4.750 SPBU.
“Pembatasan itu agar omzet yang dimiliki para pengusaha SPBU lama tidak turun,” katanya.
Djaelani tidak menjelaskan apakah 20 SPBU baru tersebut hanya akan menjual BBM non subsidi atau masih dapat menjual BBM bersubsidi. “Kami belum mendapatkan arahan soal itu.”
Sebelumnya, BPH Migas mengusulkan agar pendirian SPBU baru hanya bisa menjual BBM non subsidi. Usulan itu dinilai sejalan dengan rencana pemerintah untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi yang tahun ini diprediksikan bisa membengkak hingga 40,1 juta kiloliter.
Terkait dengan upaya perbaikan pelayanan SPBU Pertamina, Djaelani mengatakan tahun ini perusahaan menargetkan tambahan sekitar 500 SPBU Pasti Pas. Hingga Juni lalu, jumlah SPBU yang mendapatkan sertifikat Pasti Pas tahun ini sudah mencapai 278 unit.
Sejauh ini jumlah SPBU Pasti Pas secara keseluruhan telah mencapai 2.868 SPBU dari total 4.663 SPBU berlogo Pertamina di seluruh Tanah Air. Sejak Desember 2009 hingga Juni 2010, jumlah tambahan SPBU telah mencapai sebanyak 154 unit.
