Tuesday, October 24, 2017

Pertamina disarankan optimalkan lapangan migas

December 4, 2010 by  
Filed under BBG

Energi ;  Komisi VII DPR menyarankan PT Pertamina (Persero) meningkatkan laju pengurasan (withdrawal rate) lapangan-lapangan migas milik perseroan secara efektif dan efisien pascapembatalan akuisisi 27,9% saham tidak langsung PT Medco Energi Internasional Tbk.

Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan dana yang dialokasikan Pertamina  untuk pembelian saham Encore Int’l Limited (EIL) sebaiknya digunakan untuk peningkatan angka laju pengurasan lapangan migas. Disebut-sebut nilai pembelian saham tersebut mencapai US$700 juta.

“Yang menjadi keberatan DPR bukan dengan Medconya. Tapi sebaiknya dana untuk akuisisi itu, dipakai Pertamina untuk meningkatkan laju withdrawal rate-nya. Karena, withdrawal rate, Pertamina masih rendah sekitar 4%,” ujar Satya kepada Bisnis, hari ini.

Menurut dia, pembatalan rencana akuisisi saham tidak langsung tersebut menjadi langkah yang baik dan tepat untuk Pertamina.

Satya menilai pembelian saham secara tidak langsung akan lebih membawa risiko bagi Pertamina. “Yang dibelikan saham, bukan lapangan. Jadi risikonya berbeda.”

Dia mengatakan Pertamina juga sebaiknya memfokuskan penentuan mitra pada pengelolaan Blok Natuna D-Alpha. Dia berharap perusahaan Migas pelat merah tersebut segera mengumumkan nama mitra untuk pengelolaan blok dengan kandungan gas terbesar di dunia.

Diperkirakan blok tersebut menyimpan sekitar 500 juta barel minyak dan adangan potensi gas 222 triliun kaki kubik, dengan potensi ekonomi lebih dari US$600 miliar. “Kalau bisa sebelum akhir Desember ini namanya sudah ditetapkan.”

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menilai pembatalan akuisisi Medco oleh Pertamina tidak membawa dampak kerugian bagi perusahaan pelat merah tersebut maupun Medco.

“Bahwa kedua belah pihak sepakat untuk tidak bertransaksi justru mengindikasikan bahwa keputusan inilah yang secara bisnis menguntungkan kedua belah pihak saat ini,” ujar Pri Agung.

Lebih lanjut dia mengatakan Medco juga dalam posisi sehat dan tidak memerlukan akuisisi karena tiga blok Migasnya juga telah diperpanjang pemerintah belum lama ini, yakni  Blok A, Blok SSE, dan Blok Bawean.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan pembatalan akuisisi tersebut berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya selama exclusive periode terkait rencana pembelian saham EIL memutuskan bahwa Pertamina batal melakukan aksi korporasi tersebut.

“Exclusive Period antara Pertamina dan Encore Int’l Limited (EIL) untuk mengevaluasi pembelian saham Encore Int’l Limited oleh Pertamina telah berakhir pada 30 November 2010. Di akhir exclusivity period tersebut kedua pihak telah bersepakat untuk tidak melakukan transaksi,” ujar Harun dalam rilisnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.