Monday, May 29, 2017

Pertamina butuh dukungan DPR kelola Blok Cepu

February 24, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

PT Pertamina (Persero) meminta dukungan politik dari DPR untuk bisa menjadi operator pengembangan migas Blok Cepu yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Deputi Direktur Perencanaan & Evaluasi Hulu Pertamina Gunung Sardjono Hadi mengatakan alasan utama keinginan itu adalah keyakinan Pertamina atas sisi biaya yang lebih rendah dan pelayanan lebih cepat dari saat ini.

“Keinginan ini tentu dalam batasan legal, bukan sepihak. Kalau tidak Pertamina bisa di sue [tuntut], kecuali ada kebijakan nasionalisasi seperti di Bolivia atau Venezuela,” katanya hari ini.

Seperti diketahui, ExxonMobil telah ditunjuk pemerintah sebagai operator Blok Cepu yang semula diperkiraan dapat mulai berproduksi secara penuh 24 September 2009. Akan tetapi, perkiraan produksi secara penuh ini paling cepat dapat terlaksana pada 2013.

Lebih jauh Gunung menjelaskan persoalan di Blok Cepu terjadi karena produksi saat ini berada di bawah 20.000 barel per hari atau lebih rendah dari kesepakatan awal. Akan tetapi, sekalipun berproduksi secara penuh, blok ini hanya mampu menghasilkan 20.000 barel per hari.

Dengan begitu, jika suatu saat ingin meningkatkan produksi di atas 20.000 barel per hari maka instalasi pipa blok ini harus ditambah. “Masalah rendahnya produksi minyak itu juga terjadi karena kilang Tri Wahana Universal hanya mampu menampung 6.000 barel per hari.”

Dalam posisi ini, ujarnya, Pertamina tidak mampu berbuat apa-apa karena pengelolaan Blok Cepu dilindungi oleh JOA. “Jadi kalau Pertamina ingin melakukan perubahan harus memiliki voting right mayoritas.”

Untuk itu, lanjut Gunung, Pertamina mengharapkan dukungan politik dari DPR agar bisa menjadi fasilitator perbaikan perjanjian kerja sama operasi (joint operating agreement/JOA) pengelolaan Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu dengan Mobil Cepu Limited, anak perusahaan ExxonMobil.

“Pekan ini BP Migas, Exxon, PT Pertamina EP dan DPR akan membahas tentang usulan perubahan JOB ini,” tuturnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina B. Trikora Putra mengatakan Pertamina saat ini telah mendapat indikasi dukungan dari Komisi VII DPR untuk bisa berada pada posisi kesetaraan dengan Exxon Mobil di Blok Cepu.  Dukungan itu termasuk upaya untuk memperoleh keistimewaan hak penawaran pertama atas perpanjangan kontrak blok migas yang telah berakhir.

“DPR sejauh ini juga bertanya tentang kesiapan Pertamina atas kemampuan di lapangan dan kita sendiri menyatakan siap.”

Terkait dengan perpanjangan kontrak blok migas yang akan berakhir, Gunung menyatakan keinginan memperpanjang kontrak Blok West Madura—selain Blok Mahakam—melalui sistem production sharing contract bersama dengan Kodeco, perusahaan asal Korea Selatan. Kontrak Blok West Madura ini sedianya berakhir pada 11 Mei 2011. “Tetapi sampai sekarang mekanisme perpanjangan ini belum disepakati pemerintah.”

Adapun untuk pengembangan bisnis hulu yang ditekankan pada strategi anorganic (akuisisi) dan organic (a.l. jasa, seismik, eksplorasi, dan pengembangan kerja sama) Pertamina telah menyiapkan belanja modal antara Rp25 triliun-Rp30 triliun.

Bisnis.Com
Aprilian Hermawan

Comments

One Response to “Pertamina butuh dukungan DPR kelola Blok Cepu”

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. sardjono says:

    […] bukunya banyak banget.Walo aku tau, buku dirumah ga sebanyak itu. Tapi, jadi pengen ngikut untukPertamina butuh dukungan DPR kelola Blok Cepu | INDOMIGAS.COMPT Pertamina (Persero) meminta dukungan politik dari DPR untuk bisa menjadi operator pengembangan […]



Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.