Monday, July 24, 2017

Pertamina Akan Masuk Tanpa Mitra Ke Blok Mahakam

March 21, 2010 by  
Filed under BBG

PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan target kepemilikan saham 15%-25% di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Bahkan BUMN Migas ini menegaskan akan masuk sendiri tanpa menggandeng mitra untuk memiliki saham blok migas yang dioperasikan Total Indonesie dan Inpex Corporation sejak 1967.

“Kami tetap mengincar saham 15%-25%. Rencananya Pertamina akan menjadi pemain single di Blok Mahakam tanpa berniat untuk mencari rekanan lagi. Kita akan masuk ke Mahakam semester pertama 2010,” ujar Direktur Utama Pertamina (Persero) Karen Agustiawan saat acara Peresmian Pemanfaatan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga 2009 dan Penandatanganan MoU Pemanfaatan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga 2010, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (18/3).

Menurut Karen, saat ini Pertamina tengah berkonsultasi dengan Pemerintah terkait rencana tersebut. Nantinya, opsi yang didapat dari konsultasi dengan Pemerintah itu akan digunakan Pertamina untuk melanjutkan negosiasi dengan pihak Total Indonesie.

“Kalau hasil konsultasi dengan pemerintah menghasilkan beragam opsi, nanti kami akan bicara dengan pihak Total. Muda-mudahan diputuskan April ini,” ujar Karen.

Sementara terkait kontrak jual LNG dengan pembeli dari Jepang, Korea Selatan dan Taiwan (western buyer), Karen mengakui, keberadaan pembeli tersebut sangat penting.

“Mereka itu harus dijaga karena penting, namun siapa pun operatornya itu tidak penting selama bisa berkomitmen memenuhi kontrak LNG,” ujar Karen.

Lampu hijau untuk upaya Pertamina ini sudah diberikan pemerintah. Pemerintah ingin Pertamina bisa masuk sebelum kontrak Blok Mahakam berakhir (expired) pada 2017 mendatang. Namun sesuai ketentuan, saat kontrak tersebut berakhir maka lapangan tersebut tetap harus dikembalikan ke negara dan tidak secara otomatis diperpanjang meski Pertamina masuk sebelum kontrak berakhir.

“Namun kita juga tetap memperhatikan, jika Total mengajukan permohonan perpanjangan, pemerintah akan mempertimbangkannya. Ini untuk membuat posisi Indonesia menjadi lebih baik, karena salah satu pertimbangannya kontribusi Total cukup besar. Produksinya di atas target yang ditentukan. Tapi kita ingin kalau pun diperpanjang, peran Indonesia dalam hal ini Pertamina diperbesar,” ujar Darwin.

Sebelumnya, Darwin juga pernah menyatakan akan memberi dukungan maksimal supaya Pertamina bisa mendapat porsi saham di Blok Mahakam.

“Pertamina akan didukung untuk memiliki saham di sana, selama saya menjadi Menteri ESDM, Pertamina akan saya dukung,” tegas Darwin, beberapa waktu lalu.

Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.

Total E&P telah mengeluarkan investasi US$13 miliar dengan pengeluaran US$19 miliar dan pendapatan bruto US$90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50% dan sisanya Inpex Corporation.

Dalam 10 tahun ke depan, tercatat 24 blok migas yang akan habis masa kontraknya. Blok-blok itu di antaranya West Madura, Mahakam, Tuban, Siak, East Kalimantan, Jambi Merang, dan North Sumatra B Block. Pertamina pada 2010 menyiapkan dana Rp10,2 triliun guna mengakuisisi sejumlah blok yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut

Sebagai salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia (produksinya 2,6 bcf), Blok Mahakam ini telah memiliki konsumen tetapnya yakni Jepang. Gas yang dihasilkan dari Kalimantan ini digunakan untuk pembangkit listrik di sana. Bahkan perpanjangan penjualan gas dengan pihak Jepang MOU nya telah diteken, sebanyak 25 juta ton selama 10 tahun yang akan dimulai tahun 2011.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.