Friday, January 20, 2017

Permintaan listrik di Malang tak lagi dibatasi sejak 2009

April 15, 2010 by  
Filed under BBM

Permintaan pasokan listrik untuk industri di kawasan Malang Raya tidak dibatasi lagi sejak 2009 karena permintaan listrik untuk daerah tersebut tidak terlalu besar sehingga tidak mengganggu pasokan listik di Jawa-Bali.

Santjoko, Asisten Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang, mengatakan beban puncak pemakaian listrik di wilayah APJ Malang hanya mencapai 35 MW.

“Pemakaian listrik terbanyak oleh pabrik kertas PT Ekas Mas Fortuna, Kepanjen, Kab. Malang yang mencapai 16 MW,” kata Santjoko di Malang, kemarin.

Sedangkan beban puncak untuk Jawa Timur mencapai 3.500 MW. Rendahnya pemakaian listrik di wilayah kerja PLN APJ Malang, lanjut dia, karena daerah itu bukan kawasan perindustrian yang pemakaian listriknya tinggi.

Pemakaian listrik yang tinggi justru berada di Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, Tuban, Gresik, dan Surabaya yang merupakan pusat industri di Jawa Timur.

Karena itulah, menurut dia, meski pasokan listrik tidak dijatah lagi, mengacu SKB Lima Menteri tentang Pengalihan Jam Kerja Industri, tetap tidak mengganggu pasokan listrik untuk Jawa-Bali.

Penggiliran pemakaian listrik hanya berlangsung pada pertengahan 2008. Hal itu bisa terjadi karena pasokan listrik dari pembangkit memang berkurang, disamping kebutuhan listrik dari industri juga berkurang berkaitan dengan krisis ekonomi global.

Untuk menjaga konsistensi pasokan listrik ke pelanggan di tengah keterbatasan pasokan listrik dari pembangkit listrik ke PLN pada waktu itu, kata dia, PLN Malang hanya melakukan pembatasan pasang baru dengan daya tinggi, yakni mencapai 200 KVA ke atas. Pembatasan itu berbentuk langkah selektif dengan sistem daftar tunggu karena harus menunggu persetujuan dari PLN Distribusi Jawa Timur.

“Meskipun begitu, tidak ada permohonan penyambungan yang tidak dilayani. Hanya menunggu satu bulan dan setelah persetujuan dari PLN Distribusi Jawa Timur turun, kami langsung dapat melayaninya.”

Karena itulah dengan akan dicabutnya SKB Lima Menteri tentang Pengalihan Jam Kerja Industri per Juni 2010 (Bisnis,  14 April), PLN APJ Malang sudah siap, bahkan telah mendahului, menyusul tingginya permintaan listrik di wilayah tersebut.

Santjoko juga menegaskan dilihat rata-rata pemakaian listrik untuk industri pada 2009 menunjukkan bahwa industri di Malang tidak terlalu berpengaruh ketika terjadi krisis ekonomi global, setidaknya pada 2009 sudah menunjukkan tanda-tanda pulih.

Dengan tidak berkurangnya pemakaian listrik, menurut dia, menunjukkan bahwa inudstri di Malang masih berjalan. Industri masih aktif berproduksi.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.