Friday, May 26, 2017

Perlu sikap tegas terhadap kontrak gas

April 28, 2010 by  
Filed under BBG

JAKARTA –  Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu mengatakan instansi berwenang di bidang energi seharusnya bisa mengambil sikap tegas memutus kontrak gas dengan asing jika pasokan gas bagi kebutuhan dalam negeri terancam defisit.

Selama puluhan tahun, jelasnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tak berani mengambil sikap tegas terkait dengan problem gas di dalam negeri.

“Kita terlalu sering takut memutus kontrak gas dengan pihak asing, tapi kita hampir tiap hari putus kontrak dengan industri dalam negeri. Apalagi harga gas yang dijual keluar negeri murah sedangkan di dalam negeri mahal,” kata Said kepada Bisnis.com siang ini.

Di tengah kondisi pasokan gas yang semakin berkurang, Kementerian ESDM justru berupaya maksimal agar kontrak gas dengan Singapura tak berkurang tapi di dalam negeri justru dikurangi.

“Seharusnya, kalau pasokan gas kita berkurang 10%, kontrak gas ke Singapura juga harus dikurangi 10% dong. Jangan pasokan gas di dalam negeri yang dikurangi. Kita harus fair,” jelasnya.

Said berpendapat daripada pemerintah memberikan subsidi besar-besaran ke sektor energi, lebih baik memutuskan kontrak jual-beli gas sementara kendati mendapat denda.

“Kalau kita memberikan subsidi Rp10 triliun, tapi dendanya hanya Rp1 triliun, yang mending didenda Rp1 triliun tapi gas di dalam negeri aman,” katanya.

Menurut dia, pasokan gas merupakan agenda nasional yang harus diamankan mengingat sektor-sektor industri padat modal seperti pupuk yang sebagian besar berstatus BUMN sedang melakukan proses revitalisasi.

Atas dasar itu, ESDM harus berani mengambil sikap tegas untuk melindungi kepentingan nasional. Apabila gas dijamin pemerintah, katanya, kalangan perbankan nasional segera mengucurkan kredit untuk proses revitalisasi pupuk.

“Di setiap rapat, saya selalu katakan dengan orang ESDM. Orang yang takut itu hanya dua tipe. Pertama, kau memang benar-benar penakut. Kedua, kau sudah dibeli. Dalam restrukturisasi industri pupuk, pemerintah menjamin ketersediaan gas. Namun, kenapa gas untuk keluar negeri justru dijamin tapi di dalam negeri tidak?  Ini kan lucu,” tuturnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.