Tuesday, July 25, 2017

Perkirakan Cost Recovery Tahun Ini Mencapai 12 Miliar Dolar

March 25, 2010 by  
Filed under BBM

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan kenaikkan angka cost recovery tahun ini bisa capai US$ 12 miliar atau naik dari realisasi tahun lalu sebesar US$ 11 miliar. Staf ahli Menteri Energi Kardaya Warnika mengatakan produksi minyak lapangan Minas milik Chevron di Riau mulai berkurang dan mengeluarkan air hingga 90 persen dari total cairan yang berhasil dieksploitasi.

Padahal lapangan itu berkontribusi 40 persen dari target produksi nasional, 965 ribu barel per hari. “Untuk menginjeksi air lagi ke dalam tanah supaya bisa mendorong minyak butuh biaya yang besar,” katanya hari ini (24/3) di Jakarta.

Soal produksi minyak, Kardaya menilai juga akan sulit mencapai target. “Harus ada investasi baru dan penemuan lapangan baru kalau ingin produksi meningkat,” katanya.

Direktur Eksekutif The Centre for Indonesian Energy and Resources Law Ryad Chairil mengatakan, selama ini biaya cost recovery selalu berbanding terbalik dengan jumlah produksi.

Menurutnya, argumentasi kenaikan harga minyak dan ongkos produksi tidak relevan. “Karena di negara lain kejadian serupa terjadi tapi produksinya ikut naik,” tuturnya.

Pemerintah sebaiknya melakukan intervensi langsung dalam melakukan pengecekan dan membuat acuan soal pengeluaran yang dibebankan pada cost recovery. “Harus ada tim independen untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Ryad.

Cost recovery adalah pengembalian biaya operasi yang dikeluarkan kontraktor dari hasil penjualan produksi minyak dan gas bumi. Komposisi dari biaya itu adalan non-modal, modal, dan pengembalian atas biaya operasi tahun-tahun sebelumnya yang belum dapat diperoleh kembali.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.