Tuesday, May 23, 2017

Perbedaan perhitungan lifting, R Priyono “BP Migas” Terancam?

April 23, 2010 by  
Filed under BBM

Pemerintah dan DPR belum menyepakati target produksi minyak dalam APBN-P 2010 karena terjadi perbedaan angka antara usulan pemerintah dan BP Migas.

Rapat Pendapat (RDP) Komisi VII dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dirjen Migas, Dirjen LPE dan Dirjen Minerba berjalan cukup alot. Akibat terjadinya perbedaan, muncul isu DPR meminta Menteri ESDM untuk mempertimbangkan nasib Raden Priyono di posisi Kepala BP Migas.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VII, Fraksi PDI-P, Dewi Aryani Hilman sangat mempertanyakan kenapa terjadi perbedaan perhitungan lifting antara yang disampaikan BP Migas dengan yang disampaikan Menteri ESDM. “Pada rapat sebelumnya Kepala BP Migas, Raden Priyono mengatakan kalau BP Migas hanya mampu meningkatkan lifting minyak sampai 917 ribu bph, dari yang diusulkan Kontraktor KKS di bawah 900 ribu bph. Kok Ibu Evita (Dirjen Migas) tetap usulkan 965 ribu bph,” kata Dewi.

Di depan Komisi VII, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) mengatakan angka target lifting yang diucapkan kepala BP Migas, Raden Priyono belum pernah dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM.

“Angka 917 ribu barel per hari yang dikatakan kepala BP Migas belum pernah dikoordinasikan dengan kami. Kami juga tidak bisa menyalahkan BP Migas, mungkin BP Migas mengalami kekhawatiran berlebihan soal dampak dari UU Lingkungan Hidup,” kata Dirjen Migas, Evita Herawati Legowo saat RDP dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Kamis (22/4).

Menurut Evita yang melakukan koordinasi dan berhubungan langsung dengan Kontraktor KKS bukan saja BP Migas, tetapi Ditjen Migas juga memiliki hubungan langsung dengan KKKS. Sehingga pemerintah tetap optimis kalau target lifting APBN-P 2010 tetap 965 ribu barel/hari.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.