Saturday, October 21, 2017

Penghematan BBM ditargetkan 4 juta kiloliter

May 6, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Pemerintah menargetkan penghematan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi paling sedikit 4 juta kiloliter melalui kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar tersebut, yang rencananya akan diterapkan mulai tahun ini.

Beberapa opsi yang akan dilakukan untuk mecapai penghematan konsumsi BBM bersubsidi tersebut, antara lain larangan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan yang diproduksi mulai 2005 ke atas tipe baru atau kendaraan produksi 2007 ke atas tipe baru.

Selain itu, juga ada opsi yang hanya memperbolehkan kendaraan angkutan umum (berpelat nomor polisi kuning) saja untuk membeli BBM bersubsidi.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Adi Subagyo mengungkapkan pembahasan soal skema pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut masih terus dikaji bersama pemerintah, sehingga aplikasinya di lapangan dapat berjalan lancer.

“Belum ada keputusannya [mekanisme pembatasan pembelian BBM bersubsidi] karena opsinya masih berkembang. Kalau dari BPH Migas, lebih baik kendaraan berpelat kuning saja yang boleh diberikan BBM subsidi karena lebih gampang pengaturan. Biayanya juga lebih murah. Minimal kita bisa menghemat pemakaian BBM bersubsidi sekitar 4 juta kiloliter,” kata dia, hari ini.

Untuk menghindari kecurangan dengan adanya ketentuan yang melarang pembelian BBM bersubsidi di luar kendaraan berpelat kuning, lanjut dia, pemerintah bekerja sama dengan pihak kepolisian juga akan menerapkan sistem smart card, berupa stiker yang ditempelkan di setiap kendaraan yang menggunakan BBM bersubsidi.

“Nantinya, kendaraan pelat hitam tidak boleh membeli BBM bersubsidi. Untuk yang diperbolehkan [kendaraan pelat kuning], tetap akan dijatah melalui kartu tersebut. Masing-masing kedaraan tidak bisa membeli di luar jatah karena datanya tersimpan dalam kartu elektronik. Makin lama, tentu makin berkurang.”

Selain pembatasan pembelian BBM bersubsidi untuk kendaraan di darat, Adi mengatakan pemerintah juga berencana membatasi pembelian solar untuk angkutan di perairan.

Menurut dia, kapal-kapal berbobot di atas 35 gross ton (GT) seharusnya tidak lagi mendapatkan subsidi bahan bakar.

Namun, tuturnya, untuk kapal angkutan khusus yang menunjang perekonomian, seperti kargo batu bara, kapal penumpang, dan nelayan kecil tetap diperbolehkan mengkonsumsi BBM bersubsidi.

“Ini [pembatasan BBM subsidi] harus dilaksanakan tahun ini sesuai tuntutan APBN-P 2010 untuk mengendalikan volume BBM bersubsidi. Logikanya, subsidi itu hanya untuk masyarakat yang tidak mampu, tetapi seperti di Bali dan Batam, banyak mobil yang disewakan untuk turis dan mereka menggunkan premium,” tutur Adi.

Berdasarkan APBN-P 2010 yang telah disahkan DPR, volume BBM bersubsidi tahun ini ditetapkan sebesar 36,5 juta kilo liter, sedangkan BPH Migas memperkirakan konsumsi tahun ini bisa mencapai 40,1 juta kilo liter.

Selain pembatasan BBM bersubsidi, pemerintah juga berencana mengeluarkan jenis bahan bakar baru dengan oktan antara 88 sampai 92 serta pemanfaatan stiker yang harus dibeli di Polda setempat dengan masa berlaku bulanan.

“Pembatasan pembelian BBM bersubsidi itu harus mulai dilakukan tahun ini sehingga besaran subsidi BBM dapat dikurangi. Kami juga akan mengusulkan agar semua kendaraan jenis sedan, tanpa pengecualian dilarang membeli BBM bersubsidi,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.