Monday, October 23, 2017

Pengembangan Gas Kota Menyerap Dana Rp188 miliar

March 19, 2010 by  
Filed under BBG

Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp188 miliar untuk pengembangan jaringan gas kota dalam APBN 2010 guna membangun jaringan gas kota di Tarakan, Depok, Bekasi, dan Sidoarjo serta biaya untuk studi pembangunan jaringan pipa serupa di beberapa kota lainnya.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengatakan pemerintah telah sukses membangun jaringan gas kota untuk Palembang dan Surabaya pada tahun lalu.

Kini, aset yang sepenuhnya masih dimiliki pemerintah pusat itu, berdasarkan hasil keputusan lelang, kini dikuasakan kepada PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (Palembang) dan PT Petrogas Jatim Utama (Surabaya).

“Di Palembang dibangun di Kelurahan Lorok Pakjo dan Siring Agung, dengan jumlah sambungan rumah yang siap dialirkan gas mencapai 3.310 sambungan. Sedangkan di Surabaya, dibangun di Kelurahan Kalirungkut dan Rungkut Kidul, dengan jumlah sambungan rumah mencapai 2.900 sambungan. Pasokan gas Palembang berasal dari PT Medco E&P Indonesia, di Surabaya dipasok oleh PT Lapindo Brantas,” jelasnya hari ini.

Untuk tahun ini, tutur Evita, pemerintah akan membangun jaringan pipa gas kota di empat titik, yaitu Tarakan, Depok, Bekasi, dan Sidoarjo. Jaringan gas kota di Tarakan akan dibangun di Kelurahan Karang Balik dan Sebengkok dengan jumlah sambungan 3.134 rumah yang akan mengkonsumsi 0,7 mmscfd gas dari Medco.

Adapun, jaringan gas kota di Depok dipusatkan di Kelurahan Beji dan Beji Timur dengan jumlah sambungan 3.770 unit rumah dan konsumsi gas sebanyak 1 mmscfd yang berasal dari PT Pertamina EP Region Jawa bagian Barat. Untuk Kota Bekasi, jaringan gas kota dibangun di Perumnas Bumi Bekasi Baru dengan 4.000 sambungan dan 1 mmscfd gas dari Pertamina EP Region Jawa bagian Barat.

“Untuk Sidoarjo sambungan akan menjangkau 4.000 rumah di Medaeng, Tambaksawah, Ngingas dan Wedoro dengan gas sebanyak 2 mmscfd yang berasal dari PT Lapindo Brantas Inc. Kontrak gasnya untuk Tarakan 9 tahun, bisa diperpanjang, sedangkan yang lainnya 5 tahun dan bisa diperpanjang,” ujarnya.

Mengenai anggaran, Evita menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp188 miliar untuk rencana pembangunan jaringan gas kota tahun ini. Dana itu akan didistribusikan untuk pembangunan jaringan pipa, kajian dan tahap persiapan untuk program selanjutnya.

“Program ini akan didanai oleh APBN. Pada 2010, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp188 miliar untuk pembangunan, kajian dan tahap persiapan untuk program selanjutnya,” kata Evita.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh mengatakan penerapan program gas kota merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan subsidi BBM di tengah produksi minyak mentah Indonesia yang semakin menipis.

Pemerintah, tuturnya, meminta Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) Migas untuk menyisihkan 1—2 mmscfd produksi gasnya untuk didistribusikan ke kota-kota terdekat wilayah operasi yang memungkinkan secara teknis. “Pemanfaatan gas bumi belum maksimal. Gas kita masih ada, tetapi untuk mengalirkannya ke end user, kita mengalami kendala. Produsen gas diminta menyisihkan hanya 1—2 mmscfd untuk setiap kota yang mungkin secara teknis,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.