Sunday, September 24, 2017

Pengembangan Energi Terbarukan Perlu Database Data Pengukuran

May 16, 2010 by  
Filed under Alternatif

Energiterbarukan.net – Untuk menunjang percepatan perwujudan energi terbarukan diperlukan kelengkapan database data pengukuran. Kandidat master dari Newcastle University di Inggris, Hendra Yu Tonsa mengungkapkan hal itu dalam surat elektronik dengan energiterbarukan, Jumat 14 Mei 2010.

“Ada satu point yang menurut saya penting juga. Menurut saya, database data pengukuran itu sangat penting meliputi data untuk energi surya, yakni data global irradiance, temperature ambient dan sebagainya, Untuk energi angin berupa kecepatan angin. Untuk energi laut berupa kecepatan gelombang, tinggi gelombang, bathymetri dan lain-lain,” kata Hendra Yu.

Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku data-data tersebut bisa menjadi kendala dalam desain sistem energi terbarukan. Karenanya, Hendra berharap departemen-departemen pemerintah yang terkait dengan pengukuran tersebut  – di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) – melengkapi database-nya dan lebih mudah diakses oleh publik.

“Kelengkapan database ini akan menunjang percepatan implementasi renewable energy. Apalagi jika kita ingin suatu desain yang akurat terutama pada sistem isolated dan stand alone application (tidak terhubung ke jaringan PLN, red),” jelas Hendra yang disertasinya mengenai pembangkit organik dengan tenaga matahari dan perlu data global irradiance dan temperature ambient dalam hitungan jam.

Lebih lanjut ia menerangkan, pada penerapan energi terbarukan yang berdiri sendiri (stand alone application), perlu desain yang akurat termasuk dengan penyimpanan energinya sehingga diharapkan dapat memenuhi permintaan di daerah tersebut.

Sebagai perbandingan dan contoh, pemerintah Kanada memfasilitasi orang yang ingin mengembangkan energi terbarukan. Hendra menyebutkan piranti lunak gratis http://www.retscreen.net yang digunakan untuk membantu desain suatu sistem energi terbarukan, misalnya energi surya.

“Di dalamnya sudah termasuk database klimatologi dari beberapa negara yang sumbernya sebenarnya berasal dari pengukuran yang dilakukan NASA. Ini membuktikan betapa mereka mendukung implementasi energi terbarukan dengan mempermudah mendapatkan data,” tambah Hendra.

Ia mengaku untuk disertasinya, data dari Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) tidak cukup. Karenanya itu juga membutuhkan data yang lebih lengkap dari pengukuran BMKG Indonesia.

Dengan peningkatan status Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBT&KE) menjadi Direktorat Jendral (Dirjen) EBT&KE, diharapkan koordinasi kelengkapan database data pengukuran itu dapat menunjang percepatan perwujudan energi terbarukan.

Ditulis oleh Mega Christina

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.