Saturday, March 25, 2017

Pemerintah Tak Akan Naikkan Harga BBM

December 30, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Energi –  Tren kenaikan harga minyak mentah (crued oil) akhir-akhir ini akan terus diwaspadai oleh pemerintah. Pasalnya, selain akan mempengaruhi postur APBN, kenaikan harga minyak mentah dunia akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordintaor Bidang perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Rabu (29/12). Menurutnya, jika harga minyak dunia terus naik, maka industri juga akan memperlambat produksinya, karena biaya tinggi akibat kenaikan BBM. Disamping itu, juga akan membuat harga pangan naik, sehingga lonjakan terjadi inflasi, sehingga konsumsi masyarakat berkurang dan memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau harga minyak naik terus, maka dunia akan banyak menghentikan sebagian industri. Dan itu akan memperlambat, karen highcost. Juga akan memicu harga pangan, inflasi, sehingga konsumsi masyarakat berkurang dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Tentu akan juga memberikan dampak ke pertumbuhan domestik indonesia,” tukasnya.

Untuk itulah, lanjut Hatta, pemerintaha akan selalu mengawasi perkembangan harga minyak dunia tersebut, sehingga bisa menyusun strategi antisipasinya. “Ini harga (minyak) lonjakannya terjadi karena musim dingin yang ekstrem. Dan masih terjadi di penghujung tahun ini, belum bisa dipastikan tahun depan akan terus tinggi atau sebaliknya,” lanjut Hatta.

Namun, Hatta mengatakan bahwa pemerintah juga aan mempersiapkan cadangan resiko fiskal pada 2011 untuk antisipasi harga minyak. “Kita memang ada itu, hanya saya tetap menganggap pada ICP USD 80 per barel akan tercapai. Karena memang ada selisih dengan brent sebesar USD 5 per barel,” tukasnya.

Kendati demikian pemerintah masih meyakini asumsi harga minyak Indonesia (ICP) sebesar USD80 per barel masih relefan digunakan pada 2011. Di tengah kenaikan harga minyak dunia, jika tidak ada antisipasi maka akan membengkakan subsidi. Setiap kenaikan US$1 per barel harga minyak dari ICP APBN, diproyeksi akan menambah beban fiskal senilai Rp900 miliar.  “Kalau dia (kenaikan harga ICP) 10 persen, (asumsi ICP USD 80 per barel) itu masih relevan,”  katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.