Monday, July 24, 2017

Pemerintah pertimbangkan ganti tabung elpiji

July 5, 2010 by  
Filed under BBG

Pemerintah masih mempertimbangkan kemungkinan mengganti tabung elpiji 3 Kg dengan desain tabung yang dihasilkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna mengurangi risiko kecelakaan penggunaan gas elpiji bersubsidi tersebut.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Herawati Legowo mengatakan pihaknya sudah mendengar informasi mengenai desain tabung elpiji 3 Kg yang dinilai lebih aman oleh BPPT. Namun, katanya, pemerintah sejauh ini masih mengevaluasi mengenai kemungkinan penggunaan tabung dengan desain yang sudah diajukan sejak 2007 itu.

“Soal kemungkinan menggunakan tabung yang didesain oleh BPPT, pemerintah masih mengevaluasinya,” katanya hari ini.

Namun, kata Evita, dari ledakan-ledakan yang sudah terjadi tidak satupun disebabkan oleh kerusakan pada tabung elpiji 3 Kg. “Dari data sampai dengan saat ini, tidak ada ledakan akibat tabung.”

Sebelumnya, BPPT menghidupkan kembali usulan desain yang pernah diajukan instansi di bawah Kementerian Ristek itu, menyusul maraknya ledakan gas elpiji 3 Kg akhir-akhir ini. Direktur Pusat Tenologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi mengatakan ledakan gas elpiji 3 Kg diindikasikan disebabkan oleh kesalahan manusia atau pengguna, di sisi lain juga paket konversi tidak didukung dengan asesoris yang berkualitas.

Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan akibat banyaknya titik sambungan yang menghubungkan antara tabung gas dengan kompor, katanya, BPPT mengusulkan tabung teritegrasi. “Kalau tabung lama ada tiga sambungan, yaitu dari valve ke ragulator, regulator ke selang, dan selang ke kompor. Kami desain tabung dengan kompor yang terintegrasi, sehingga konsumen hanya menyambungkan valve ke tabung.”

Vice President Corporate Communications Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan mungkin saja BPPT telah memaparkan desain itu kepada pemerintah. Pertamina, katanya, hanya bertindak selaku pelaksana program konversi.

“Sampai saat ini kami belum tahu rencana lebih lanjut dari BPPT soal desain tabung terintegrasinya,” katanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh mengatakan penggunaan paket program konversi sebenarnya aman bila menggunakan komponen yang berstandar nasional Indonesia (SNI). Pemeliharaan terhadap tabung maupun asesoris, seperti kemungkinan bocornya selang, rubber seal, dan gagalnya regulator, juga perlu dilakukan secara berkala.

Darwin mengatakan pemerintah akan meningkatkan pengawasan mutu semua tabung elpiji 3 Kg dan aksesorisnya, termasuk meningkatkan pengawasan terhadap tabung dan aksesoris yang sudah beredar di pasar. Dari sisi hulu, katanya, PT Pertamina yang bertugas mengisi bahan bakar akan mengawasi kondisi tabung dengan melakukan pemeriksaan kebocoran sebelum melakukan pengisian, serta mengganti tabung yang rusak.

Untuk pemasangan selang, regulator, rubber seal, serta valve merupakan ranah industri yang menjadi kewenangan Kementerian Perindustrian untuk memastikan selang dan pemasangannya sudah sesuai SNI. “Pada teknis ini perlu pengawasan, karena berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pemerintah, penyebab kecelakaan terbesar adalah pemakaian selang yang tidak berstandar, sehingga menyebabkan terjadinya kebocoran.”

Sementara itu, Kementerian Perdagangan dan pihak Kepolisian akan meningkatkan pengawasan yang ketat di lapangan terhadap prilaku kriminal yang berpotensi merugikan masyarakat luas.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.