Tuesday, March 28, 2017

Pemerintah Perlu Fokus Penyediaan Gas Dalam Negeri

March 19, 2010 by  
Filed under BBG

Pemerintah dituntut untuk lebih memprioritaskan penggunaan gas bagi kebutuhan dalam negeri sebelum memutuskan ekspor, terutama gas kota untuk rumah tangga dan industri.

Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin mengungkapkan pada dasarnya pemanfaatan gas kota untuk rumah tangga dan industri di wilayah itu, terutama Kota Palembang, sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas.

Pascapenandatangan nota kesepahaman (MoU) pemasokan gas kota antara Pemkot Palembang dan PT Medco E&P Indonesia pada akhir Maret 2009, lanjut dia, hanya 3.310 rumah tangga di Kelurahan Lorok Pakjo dan Kelurahan Siring Agung di Palembang yang akan tersambung dengan jaringan gas kota.

“Kami menginginkan agar pasokan gas kota ini ditambah hingga 30 kali lipat sehingga bisa menjangkau seluruh masyarakat di Palembang. Saya tidak melarang ekspor, tetapi jangan sampai diekspor semua. Kita [dalam negeri] juga butuh,” ujarnya di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini.

Menurut dia, dengan alokasi gas kota sebesar 0,24 juta kaki kubik per hari (MMscfd) mampu menjangkau 3.310 rumah tangga atau sekitar 3% masyarakat Palembang. Bila pemerintah menambah pasokan hingga 100%, lanjut dia, kebutuhan gasnya tidak akan mencapai 7 MMscfd.

“Gas yang kami minta ke pemerintah itu tidak seluruhnya. Adapun volume gas yang diekspor ke Singapura saja, misalnya, selalu dalam jumlah besar. Kalau pemerintah memenuhi kebutuhan gas Sumsel, sisa untuk ekspor juga lebih banyak. Untuk gas, kami juga beli, bukannya minta [gratis],” tutur Alex.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.