Tuesday, May 30, 2017

Pemerintah Nyatakan Tak Akan Putus Kontrak Ekspor Gas

March 20, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Pemerintah menyatakan tidak Akan memutuskan kontrak ekspor gas  yang ada dan tetap menghormati perjanjian kerja sama yang sedang berjalan, kendati kondisi di dalam negeri masih mengalami krisis bahan bakar tersebut.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan hingga kini pemerintah menyiapkan beberapa skenario untuk mengatasi kondisi krisis gas di dalam negeri, yang dikelompokkan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Soal perpanjangan kontrak ekspor gas, memang masih dibicarakan. Yang jelas kegiatan ekspor gas yang sekarang dalam kontrak, tetap berjalan. Pemerintah tidak bisa tiba-tiba memutuskan kontraknya begitu saja. Kita harus tetap menghormati itu,” ujarnya, hari ini.

Hanya saja, tegasnya, untuk ke depannya pemerintah akan lebih memfokuskan pemenuhan gas di dalam negeri, terutama bagi kepentingan industri.

Menurut Hatta, salah satu upaya yang bersifat short term untuk mengatasi kekurangan pemenuhan gas dalam negeri, terutama PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk sebesar 300 MMscfd dengan meningkatkan pasokan dari lapangan Singa di Lematang milik Medco EP  sebesar 50 MMscfd.

“Kami tidak ingin industri kita tiba-tiba bermasalah karena pasokan gasnya berkurang sehingga perencanaan industri menjadi terganggu. Ini untuk short term, harus kita atasi dan sudah ada jalan keluarnya. Begitu juga untuk medium dan long term, tentunya sudah kita pikirkan betul.”

Lebih lanjut, Hatta menjelaskan pemerintah tidak akan menjadikan rencana pembangunan receiving terminal sebagai satu solusi penyelesaian kondisi defisit gas dalam jangka pendek.

Menurut dia, pembangunan receiving terminal membutuhkan waktu cukup lama, sedangkan kondisi defisit gas di dalam negeri harus segera diatasi.

Selain percepatan suplai gas dari kontrak eksisting, kata Hatta, pemerintah juga akan mengandalkan pengoperasian receiving terminal yang ada untuk mengamankan suplai gas dalam jangka menengah.

“Prioritas utama kita soal gas ini harus tetap berjalan, khususnya untuk pabrik pupuk karena terkait dengan ketahanan pangan nasional. Kami akan mengatur hal itu. Yang penting, tidak hanya me-manage upstreamnya saja, tetapi juga bagaimana demand side-nya. Terkadang gasnya ada, tetapi distribusinya tidak ada,” tutur Hatta.

Terkait dengan kontrak gas Medco dengan PGN, sebelumnya, Presiden Direktur Medco EP Budi Basuki tidak menyangkal kerja sama kedua perusahaan tersebut.

Menurut dia, volume pasokan gas terkontrak dengan PGN yang akan dialirkan ke pelanggan di Jawa Barat sekitar 50 MMscfd.

“Tapi kekurangan fasilitas saat ini menyebabkan suplai gas yang terealisasi baru 20MMscfd. Nantinya akan terus ditingkatkan sehingga mencapai kapasitas penuh sesuai kontrak dengan PGN,” tuturnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.