Monday, May 22, 2017

Pemerintah kaji ulang penawaran saham Newmont Nusa Tenggara

April 3, 2010 by  
Filed under Alternatif

Pemerintah pusat segera mengkaji ulang harga 7% saham divestasi 2010 yang ditawarkan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$444,079 juta, sebelum memutuskan apakah akan membeli atau menyerahkannya kepada Pemda.

Direktur Jenderal Mineral, Batu bara, dan Panas bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan mengungkapkan pihak NNT memang telah menyampaikan penawaran 7% saham divestasi 2010, tetapi pemerintah memiliki kesempatan untuk mengkaji ulang penawaran tersebut sebelum berakhirnya batas waktu keputusan pembelian.

“Penawaran kan per 31 Maret kemarin. Jadi kita masih punya waktu hingga 30 hari ke depan untuk menghitung ulang harga pembeliannya sebelum memutuskan akan membeli atau tidak. Dulu [harga divestasi 2008 dan 2009] kan juga dihitung kembali. Tidak jauh berbedalah dengan yang sudah-sudah,” ujarnya Kamis.

Bila harga penawaran 7% saham NNT senilai US$444,079 juta tersebut sudah dihitung kembali, lanjut dia, Kementerian ESDM akan meneruskan penawaran tersebut kepada Kementerian Keuangan sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia.

“Nilai saham 2010 itu kan memang lebih mahal dibandingkan dengan divestasi 2009. Kita akan lihat dululah sebelum mengambil keputusan pembelian, tetapi itu kan karena meraka [NNT] memasukan aset fase 6 dan 7 dalam perhitungannya,” tutur Bambang.

Ketika dikonfirmasi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan keputusan pembelian 7% saham divestasi Newmont 2010 itu tergantung keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai perwakilan pemerintah.“Saya tidak komentar dulu soal itu. Itu [keputusannya] tergantung Menkeu apakah pemerintah mau membeli atau tidak. Semua tergantung Menkeu lah,” tuturnya.

Di sisi lain, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golongan Karya Satya W. Yudha berharap proses divestasi NNT harus tetap transparan dengan tetap memprioritaskan kepentingan negara.

“Prosesnya harus sesuai dengan prosedur yang ada. Semua harus transparan,” tutur Satya.

Seperti diketahui, manajeman NNT telah menawarkan 7% saham divestasi 2010 kepada Pemerintah Indonesia senilai US$444,079 juta atau lebih tinggi dibandingkan dengan nilai 7% saham divestasi 2009 sebesar US$247 juta, pada 31 Maret 2010.

Namun, tawaran NNT untuk 7% saham divestasi 2010 itu tidak jauh berbeda dengan tawaran awal 2009, yakni US$348 juta atau sekitar Rp3,8 triliun dengan valuasi 100% aset mencapai US$4,97 miliar, kendati akhirnya disepakati menjadi US$247 juta.

Berdasarkan kontrak karya (KK) yang diteken PT NNT dengan pemerintah Indonesia awal Desember 1986, pemilik tambang Batu Hijau itu wajib melakukan penawaran saham yang juga dimiliki pihak asing, yakni Newmmont Indonesia Limited (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corp (Sumitomo), secara bertahap tiap tahun sebesar 7% hingga 2010.

Sebelumnya, Presiden Direktur NNT Martiono Hadianto meyakini kenaikan harga dan jumlah cadangan emas yang dimiliki perusahaan itu akan berpengaruh terhadap kenaikan harga divestasi saham 2010.

Seperti diketahui, harga divestasi 14% saham 2008 dan 2009 disepakati sebesar US$493 juta atau masing-masingnya, sebesar 7% saham setara dengan US$247 juta.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.