Saturday, October 21, 2017

Pemerintah diminta ikut danai Donggi-Senoro

May 10, 2010 by  
Filed under BBG

Pemerintah diminta ikut serta membantu pendanaan proyek pengembangan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Donggi-Senoro apabila benar-benar serius menginginkan produksinya untuk mengisi kekurangan gas dalam negeri.

Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengungkapkan belum adanya komitmen pendanaan dari perbankan lokal untuk membiayai proyek Donggi-Senoro menjadi latar belakang pembeli gas dari Jepang mendanainya.

“Kalau memang pemerintah mendorong pengembangannya [Donggi-Senoro] untuk domestik, pemerintah juga harus ikut serta membantu financingnya, baik melalui konsorsium bank lokal maupun memberikan government guarantee,” kata dia, hari ini.

Menurut  Satya, persoalan sumber pembiayan merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat keekonomian proyek Donggi-Senoro.

Belum adanya pendanaan dari perbankan dalam negeri, lanjut dia, membuat skema bisnis proyek tersebut menjadi janggal. Dia menjelaskan dengan skema pembiayaan proyek oleh pembeli dari Jepang, membuat harga jual gas menjadi kurang kompetitif.

“Kalau pembiayaan diberikan oleh perbankan domestik, proyek pembangunannya juga bisa dilakukan oleh kontraktor-kontraktor lokal sehingga menekan harga dan keekonomian proyek juga tercapai dengan harga yang kompetitif. Skema bisnis ini dulu yang harus diperbaiki,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah hingga kini belum mengeluarkan persetujuan resmi soal pengembangan proyek gas tersebut, kendati gas sales agreement (GSA) telah ditandatangani sejak 22 Januari 2009 oleh konsorsium Donggi-Senoro LNG (DS LNG), sebagai calon pemilik kilang LNG, dengan PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk sebagai operator.

Proyek Donggi-Senoro mulai menuai kebimbangan menyusul keputusan era pemerintahan Wapres Jusuf Kalla yang melarang ekspor gas dari dua lapangan marginal, Donggi-Senoro bersama gas dari Bontang dan Tangguh yang semula sebagian besarnya akan dijual ke pasar Jepang, mengingat kondisi neraca gas nasional mengalami defisit.

Para calon pembeli LNG produksi Donggi- Senoro, yakni Kyushu Electric Power Co Inc, Korean Gas Corp, dan Chubu Electric Power, mengancam mundur bila pemerintah tidak juga mengeluarkan keputusan soal kepastian operasional proyek ini hingga Juni tahun ini.

Berdasarkan GSA yang ditandatangani pada Januari tahun lalu, harga gas Donggi-Senoro mengacu pada formula sloop 6,7% pada level Japan Crude Cocktail (JCC) di bawah US$45 dan 12% pada JCC di atas US$45 per barel. Adapun, alokasi untuk domestik ditetapkan 70 juta British thermal unit dari dua sumur.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo Proyek Donggi-Senoro menyangsikan target awal produksi gas Donggi-Senoro pada 2013-2014 bisa tercapai karena persetujuan soal kelanjutan proyek itu sejak awal tidak sesuai dengan target, yaitu pada awal 2010.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.