Monday, May 22, 2017

Pemerintah Bentuk Tim Membahas kontrak Blok Natuna

March 19, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Pemerintah membentuk tim penyelesaian pembahasan kontrak Blok Natuna D Alpha yang ditugaskan untuk mengkaji aspek komersial, teknikal dan legal dari blok dengan total sumber daya 46 triliun kaki kubik (tcf) tersebut dalam 6 bulan ke depan.
Tim tersebut nantinya akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai kelanjutan kontrak Blok Natuna D Alpha yang kini dipercayakan kepada PT Pertamina (Persero). Salah satu yang menjadi tugas utama tim adalah untuk memecahkan masalah terkait syarat dan ketentuan kontrak dan penentuan mitra Pertamina.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh mengatakan pemerintah terus melakukan tahapan penyelesaian masalah Natuna D Alpha. Untuk itu, katanya, Kementerian ESDM telah membentuk tim penyelesaian Natuna D Alpha yang diketuai oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi yang dibantu pihak terkait, termasuk pakar yang berpengalaman.

Tim tersebut, katanya, akan melakukan kajian mengenai aspek komersial, teknikal dan legal. Tujuan dibentuknya tim, katanya, adalah agar kontrak production sharing yang kini dipercayakan kepada Pertamina benar-benar sesuai dengan Undang-Undang dan juga menguntungkan bagi bangsa.

“Tim itu efektif bekerja sejak Maret dan diberi waktu hingga 6 bulan. Di antaranya mereka akan membahas mengenai masalah term and conditions,” ujarnya hari ini.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengatakan perusahaan mengharapkan pemerintah bisa segera menetapkan syarat dan ketentuan kontrak Natuna D Alpha. Menurut dia, Pertamina tidak bisa menetapkan calon mitra sebelum syarat dan ketentuan itu diputuskan.

“Kami tidak mau pilih mitra kalau term and conditions-nya belum ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Di sisi lain, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan pemerintah masih berada pada tahap bahwa Pertamina bisa memilih opsi akan menetapkan mitra terlebih dahulu baru diputuskan syarat dan ketentuan, atau sebaliknya. Menurut dia, opsi itu terjadi karena terkait dengan status Pertamina sebagai BUMN yang memiliki keistimewaan.

“Masalahnya kan kalau Pertamina memiliki keistimewaan, tetapi bagaimana dengan mitranya. Berdasarkan aturan, keistimewaan itu hanya berlaku apabila Pertamina maju sendiri, dan akan gugur apabila dia bermitra dengan yang lain,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.