Sunday, October 22, 2017

Pemerintah Bantah Utamakan Kontrak Gas ConocoPhilips

March 15, 2010 by  
Filed under BBG

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membantah kekurangan pasokan gas untuk PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk disebabkan oleh pengutamaan kontrak ConocoPhilips untuk Singapura dan kelebihan pasokan untuk Chevron melainkan karena pasokan dari lapangan Pertamina yang menyusut.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan pada dasarnya pengurangan pasokan gas untuk PGN dilakukan dengan tidak disengaja. Pengurangan itu, tuturnya, lebih disebabkan oleh habisnya produksi gas dari suatu lapangan, yang bahkan bukan milik ConocoPhilips.

“Pada dasarnya tidak ada pengurangan dengan sengaja. Hanya ada lapangan yang gasnya habis. Sumber Anda keliru , ConocoPhilips tidak mengambil jatah PGN,” tuturnya kepada Bisnis hari ini.

Dia mengakui berkurangnya pasokan untuk PGN dibandingkan dengan biasanya memang belum sesuai dengan kontrak. Tetapi, tuturnya, volume gas yang tidak bisa disalurkan karena habisnya produksi dari suatu lapangan itu hanya sekitar 30 mmscfd.

“Sama sekali tidak ratusan dan yang berhenti itu lapangan milik Pertamina,” katanya tanpa memberikan detail mengenai lapangan mana yang pasokannya terhenti.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PGN Wachid Sutopo menyebutkan salah satu pasokan yang dihentikan adalah Blok Offshore North West Java milik Pertamina Hulu Energi sebesar 65 mmscfd. Penghentian pasokan yang sudah habis masa kontrak itu karena PHE diminta mengalokasikan gasnya untuk PLN dan pabrik pupuk Kujang Cikampek.

Kekurangan itu akan ditambal dari pasokan Medco E&P Indonesia yang bersumber dari Lapangan Singa sebesar 50 mmscfd. Namun, jumlah itu masih kurang sebesar 15 mmscfd, di tambah dengan dikuranginya pasokan untuk PGN dari Blok Corridor milik ConocoPhilips sekitar 112 mmscfd, menjadikan total kekurangannya sebesar 127 mmscfd.

Evita juga menjelaskan pemerintah juga tidak pernah merencanakan pengurangan pasokan gas ke Chevron. Sesuai dengan volume pengaliran gas tahun lalu, ConocoPhilips menyalurkan sebesar 402 mmscfd, dari kontrak pasokan sebesar 322 mmscfd.

“Angka dikotrak saya tidak hafal. Tetapi pengurangan ke Chevron tidak direncanakan,” tuturnya.

Padahal, sebelumnya Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan pemangkasan pasokan sebanyak 20% yang direncanakan oleh PGN akan dibatalkan karena adanya realokasi gas yang semula untuk Chevron, dialihkan untuk industri. Hidayat tidak memberikan informasi detail mengenai besaran volume gas Chevron yang dialihkan dan apakah realokasi itu di luar pasokan yang berasal dari Lapangan Singa.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.