Wednesday, April 16, 2014

Pemerintah ambil alih ladang migas yang habis kontrak

March 8, 2010 by  
Filed under BBG

JAKARTA Pemerintah lndonesia akan mengambil-alih pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi (migas) yang masa kontraknya telah berakhir, guna memperkuat posisi tawar pemerintah terhadap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengungkapkan kontrak-kontrak migas yang sudah jatuh tempo tersebut akan dievaluasi kembali sebelum diputuskan untuk dilanjutkan atau sebaliknya. “Yang paling penting bagi Pemerintah Indonesia adalah bagaimana agar posisi bangsa ini bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Prinsipnya, lapangan-lapangan migas dengan masa kena yang sudah jatuh tempo itu kembali menjadi milik bangsa, melalui kepemilikan pemerintah,” ujamya kepada Bisnis, kemarin. Untuk KKKS yang selama ini berkontribusi cukup besar terhadap pencapaian target produksi migas, lanjut dia, kalaupun diteruskan kontrak kerja samanya dengan Pemerintah Indonesia, tentunya akan ditetapkan sebagai kontrak baru dengan draf terms and condition yang berbeda dengan sebelumnya.

Bagaimanapun, jelasnya, pemerintah tetap menghargai kontribusi positif yang telah disumbangkan oleh mitra asing tersebut untuk meningkatkan sektor migas nasional. .

Perpanjangan kontrak

Menurut dia, soal perpanjangan kontrak KKKS migas tersebut tetap harus mempertimbangkan seberapa besar kebutuhan domestik yang akan disesuaikan dengan penurunan produksi minyak nasional secara alamiah sebesar 12% per tahun karena kondisi sumur-sumur tua.

“Tentu saja perlu dilakukan langkah-langkah tindakan strategis, terutama terkait dengan investasi untuk menjaga tingkat produksi dan lainnya. Investor berkemungkinan tidak akan berinvestasi kalau mereka tidak mempunyai kepastian apakah kontraknya akan diperpanjang atau tidak. Ini bukan persoalan sederhana dan butuh jalan keluar yang baik.”

Di satu pihak, lanjut dia, pemerintah harus mempertahankan tingkat produksi minyak, baik secara nasional maupun di tingkat operator, tetapi di lain pihak pemerintah juga harus mempertimbangkan masa kontrak KKKS tersebut sudah hampir berakhir dan butuh perpanjangan.

Sebagai gambaran, apabila pencapaian produksi minyak nasional pada Januari-Februari 2010 berada di bawah target APBN sebesar 965.000 barel per hari (bph), jelasnya, ratarata produksi yang harus dicapai sampai akhir tahun ini sekitar 967.000 bph. Menurut dia, pemerintah pusat akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah dalam rangka merealisasikan rencana pembangunan infrastruktur migas yang di atas lahan-lahan yang memerlukan perizinan pemda.

Bisnis lndonesia
NURBAITI
ladang_migas

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.