Tuesday, July 25, 2017

Pembangunan PLTMH terganjal dana

May 24, 2010 by  
Filed under Featured, Hydro Power

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) berkapasitas 2 megawatt (MW) di daerah Subang, Jawa Barat oleh Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka), masih terkendala minimnya pendanaan, yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp35 miliar.

Direktur Eksekutif Ibeka Tri Mumpuni mengungkapkan melalui lembaga yang selama ini concern terhadap pemberdayaan masyarakat pedesaan tersebut, pihaknya telah menyiapkan rencana pembangunan pembangkit berskala kecil tersebut dengan pemanfaatan energi mikro-hidro.

“Ini [rencana pembangunan PLTMH] masih on going process. Namun, studi awal, lokasi dan persiapan lainnya sudah kami lakukan. Izin prinsip lokasi, Insya Allah minggu depan keluar dari bupati sana. Sekarang tinggal menunggu transfer duitnya saja. Kalau itu [dana] ada sekitar Rp32 miliar-Rp35 miliar, tidak sampai setahun sudah bisa menghasilkan listrik,” katanya, Sabtu.

Sulitnya mendapatkan pendanaan terutama dari perbankan lokal, lanjut dia, memicu Ibeka untuk terus berjuang mencari sumber dana asing. Dia menerangkan baru-baru ini pihaknya berhasil mendapatkan komitmen pinjaman dari perbankan asal Austria sebesar 3 juta euro untuk pembangunan PLTMH.

Menurut dia, dengan beroperasi pembangkit mini di salah satu desa di Subang tersebut, akan memberikan penghasilan sekitar Rp117 juta setiap bulannya kepada lebih dari 500 kepala keluarga (KK) di daerah tersebut.

Pasalnya, kata dia, masyarakat desa di sekitar lokasi pembangunan akan menguasai 50% dari kepemilikan proyek yang diperkirakan menghasilkan sekitar Rp475 juta per bulan dari penjualan listriknya.

Dia menerangkan kepemilikan 50% saham tersebut ditetapkan sebagai bagian pemilik sumber daya lokal, yakni air dan masyarakat desa setempat. Sementara itu, Ibeka bertindak sebagai pembawa dana dan teknologi.

“Separoh [50%] saham akan menjadi milik warga setempat. Sengaja kami memberikan itu karena Ibeka ngutang ke bank dan membawa teknologi, sedangkan rakyat sebagai pemilik sumber daya lokal, yakni air dan lainnya. Hasil per bulan itu sekitar Rp475 juta, tetapi bersihnya sekitar Rp234 juta per bulan setelah dipotong biaya operasional dan lainnya. Sebesar 50% dari pendapatan bersih itu langsung 50% punya rakyat.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.