Tuesday, October 24, 2017

Pasokan Gas Pertamina Akan Diperpanjang 3 Bulan

March 20, 2010 by  
Filed under BBG

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi akan memperpanjang pasokan gas dari PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java selama 3 bulan dengan kapasitas pasokan sekitar 30 mmscfd untuk mengatasi krisis gas jangka pendek dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Kepala Divisi Pemanfaatan Minyak dan Gas Bumi BP Migas Ira Miriawati mengatakan instansinya akan terus mengupayakan mencari sumber-sumber gas baru untuk PGN, yang akan dialirkan ke industri. Dalam kaitan itu, tuturnya, dalam waktu dekat BP Migas akan memutuskan untuk memperpanjang pasokan gas dari PHE ONWJ yang sebelumnya telah berakhir pada akhir Februari lalu.

“Kami akan segera memperpanjang pasokan dari PHE ONWJ ke PGN selama tiga bulan. Pasokannya sekitar 30 mmscfd. Kami juga akan mencarikan gas untuk PGN dari sumber-sumber lain kalau itu memungkinkan,” ujarnya kepada Bisnis.

Ira mengatakan pangkal persoalan krisis gas yang terjadi di PGN sebenarnya adalah tidak tercapainya level pasokan dari Lapangan Pagardewa milik PT PErtamina EP, yaitu hanya 180 mmscfd dari kontrak 250 mmscfd. Di sisi lain, tuturnya, pasokan dari PHE ONWJ yang hingga 31 Desember 2009 memasok sekitar 65 mmscfd, juga berakhir setelah sebelumnya diperpanjang hingga Februari 2010 dengan kapasitas 30 mmscfd.

“Sebenarnya pasokan dari ConocoPhilips tidak pernah di bawah nominasi. Masalahnya sebenarnya karena dua sumber tadi,” katanya.

Namun, sumber Bisnis di BP Migas menyebutkan krisis gas yang terjadi di PGN juga tidak terlepas dari harga gas yang terkontrak oleh perusahaan, yaitu sebesar US$1,8 per juta Btu. Harga gas tersebut, tuturnya, sangat jauh jika dibandingkan dengan harga gas yang dipasok ConocoPhilips ke Singapura yang seharga US$12,5 per juta Btu pada harga minyak mentah US$80 per barel.

“Mediasi sebenarnya sudah dilakukan antara PGN dan ConocoPhilips, termasuk bagaimana seandainya PGN menaikkan harga agar tidak terlalu ditinggalkan. Soalnya PGN sendiri mampu membeli gas dari Lapangan Singa di level US$5,7 per juta Btu. Tetapi, sulit juga memaksa perusahaan besar seperti ConocoPhilips,” tuturnya.

Sebelumnya, Dirut PGN Hendi P. Santoso mengatakan rata-rata pasokan gas untuk PGN dari ConocoPhilips mulai Februari hingga Maret jauh di bawah kontrak, yaitu 250—260 mmscfd terhadap 396—412 mmscfd. Karena itu, katanya, perusahaan akan menagih hak atas gas yang sudah dibayarkan kepada ConocoPhilips.

Sekretaris Perusahaan PGN Wachid Sutopo menyatakan kekurangan pasokan dari ConocoPhilips memperparah krisis pasokan gas PGN, di luar terhentinya pasokan dari PHE ONWJ dan kurangnya pasokan gas dari Pagardewa. Penghentian pasokan PHE ONWJ sendiri disebabkan oleh kebijakan pengalihan yang dilakukan oleh BP Migas, yaitu untuk PLN dan Pupuk Kujang Cikampek.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ketika diminta pendapatnya siang tadi mengatakan semua jalan keluar akan diputuskan melalui rapat di kantor Menko Perekonomian. “Saya harus jaga statement soal ini. Tunggu nanti seusai rapat di kantor Menko.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.