Sunday, March 26, 2017

Pasokan gas ke terminal LNG Jakarta terganjal harga

July 5, 2010 by  
Filed under BBG

Pembahasan kontrak pasokan gas dari Blok Mahakam untuk terminal penerima gas alam cair (LNG) terapung Teluk Jakarta masih menyisakan pembahasan mengenai harga.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi R. Priyono mengatakan terminal penerima LNG terapung atau floating storage and regasification terminal (FSRT) Teluk Jakarta akan dipasok sebanyak 11,75 juta ton dalam 10 tahun mulai 2012.

Hal itu, katanya, sesuai dengan memorandum of agreement (MoA) antara Total-Inpex dan Pertamina-PGN-PLN di Kalimantan Timur, 2008 lalu.

“Kalau untuk domestik kan sudah [ditetapkan] waktu ditandatangani di Kalimantan Timur,” kata Priyono hari ini.

Hanya saja, dia mengatakan pembahasan kontrak tersebut hingga kini masih menyisakan masalah kepastian harga. Total-Inpex, katanya, meminta adanya kepastian pengembalian investasinya sampai dengan 2017.

“Tinggal soal harga. Namun Total juga meminta kepastian pengembalian investasinya sampai dengan 2017,” katanya.

Batas waktu pada 2017 adalah tahun terakhir kontrak Total Indonesie-Inpex di Blok Mahakam. Saat ini, Total-Inpex masih menunggu kepastian perpanjangan kontraknya di Blok Mahakam dari pemerintah.

Lazimnya di industri hulu migas, kontraktor cenderung mengurangi investasinya menjelang habisnya masa kontrak, atau pada saat menunggu kepastian perpanjangan kontraknya. Dampaknya, kinerja perusahaan tersebut akan cenderung turun, termasuk produksi migasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.