Friday, July 28, 2017

Pasokan gas Blok Mahakam akan merosot hinnga 50%

March 26, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Pasokan gas dari Blok Mahakam diperkirakan akan merosot hingga 50% mulai tahun depan menyusul berkurangnya cadangan gas dari wilayah kerja yang dikuasai oleh Total E&P Indonesie tersebut.

Kepala Dinas Kilang LPG dan LNG BP Migas Agus Sapta Raharja mengatakan Mahakam sejauh ini berkontribusi sebanyak 12 juta ton dari total sekitar 18 juta ton yang dikirimkan untuk seluruh konsumen LNG Bontang.

Namun, tuturnya, kemungkinan pasokan dari Mahakam akan menyusut tajam mulai tahun depan karena surutnya cadangan gas. Berdasarkan potensi yang ada, Mahakam tahun depan hanya bisa memasok sekitar 6,6 juta ton dengan rincian 3 juta ton per tahun untuk Western Buyer, 1,5 juta ton untuk pasokan ke PGN dan Pertamina, 0,6 juta ton per tahun untuk Pupuk Kaltim-5 dan sisanya sebanyak 1,5 juta ton merupakan gas margin yang masih dicarikan pasar potensialnya.

“Memang benar tahun ini produksinya masih bisa di sekitar 2.000 mmscfd. Tetapi, itu tidak bisa selamanya bisa bertahan bahkan tahun depan akan turun jauh,” jelasnya hari ini.

Padahal, sebelumnya Total E&P Indonesie dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR baru-baru ini menyebutkan total cadangan yang dimiliki perusahaan Perancis di Mahakam masih tercatat sekitar 12 triliun kaki kubik.

Dengan jumlah cadangan yang masih signifikan tersebut, KKKS tersebut kembali mengajukan permohonan perpanjangan KKS kepada pemerintah, menyusul kontrak lama akan berakhi 2017.

Sementara itu, Agus mengatakan secara total LNG Bontang akan mengirimkan sebanyak 10,71 juta ton per tahun. Jumlah itu merupakan komitmen dari kontrak-kontrak lama ke konsumen tradisional di luar Jepang.

“Misalnya kontrak dengan Korea-2 [Kogas] sampai 2014 sebanyak 1 juta ton per tahun, Badak-6 [CPC Taiwan] hingga 2017 dengan volume 1,84 juta ton per tahun, Badak-5 [Kogas] sampai 2017 sebanyak 1 juta ton per tahun, dan konsumen gas kota Jepang [MCGC] sampai 2015 sebanyak 0,17 juta ton per tahun,” katanya.

Tahun ini, kata Agus, total pasokan Bontang diperkirakan akan mencapai 295 kargo, dengan setiap kargo setara dengan 125.000 meter kubik. Rencana tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 303 kargo.

“Karena memang konsumsi energy di Negara tujuan masih belum pulih,” jelasnya.

Dalam perkembangan lain, Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan BP Migas Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan BP Migas akan menindak Energy Equity Epic (Sengkang) yang telah menandatangani kesepakatan jual beli LNG sebanyak 500.000 ton per tahun dengan Tokyo Gas, tanpa persetujuan BP Migas.

Menurut dia, Energy Equity tidak berhak menjalin kesepakatan jual beli dengan siapapun sebelum proposal proyek LNG disetujui oleh BP Migas.

“Sampai saat ini proposal proyek LNG-nya saja belum diterima BP Migas. PoD mereka juga kami minta revisi dan belum disetujui,” jelasnya.

Menurut dia, BP Migas akan mengevaluasi tindakan apa yang akan dikenakan kepada anak perusahaan Energy World Corp Australia itu karena tindakan itu merupakan pelanggaran kewenangan kedua kalinya dari Energy Equity setelah sebelumnya tandatangan kontrak LNG dengan PGN.

“Waktu kami peringatkan sebelumnya, mereka meminta maaf. Ini sudah dua kali. Ancamannya bisa saja minta ganti manajemen.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.