Sunday, March 26, 2017

Pasar elektronika terhambat ketersediaan listrik

August 5, 2010 by  
Filed under BBM

Ketersediaan listrik yang masih kurang berpotensi menjadi penghambat pertumbuhan pasar elektronika yang ditargetkan mencapai Rp35 triliun tahun ini.

Direktur Industri Elektronika Ditjen IATT Kemenperin Syarif Hidayat mengatakan berdasarkan pembahasan dengan asosiasi industri elektronika, nilai pasar industri bisa mencapai Rp35 triliun. Nilai itu naik 20% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp29 triliun.

“Berdasarkan realisasi hingga semester I tahun ini pasar elektronika sudah menunjukkan peningkatan. Kami optimistis target Rp35 triliun itu bisa tercapai,” katanya hari ini.

Tanpa menyebut besaran komposisi, Syarif mengatakan pertumbuhan pasar industri elektronika banyak disokong oleh elektronika untuk bisnis dan industri, perangkat kebutuhan rumah tangga (home appliance), dan peralatan kesehatan.

“Ketiga sektor ini memang menjadi faktor pendukung utama pertumbuhan industri elektronika.”

Dia mengatakan tren positif peningkatan pasar terjadi karena daya beli masyarakat yang terus meningkat. Menurut dia, gaya hidup praktis juga menjadi faktor pendorong keputusan membeli dari masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga.

“Sekarang tidak hanya mobil atau sepeda motor yang banyak diserap konsumen. Tren penggunaan peralatan rumah tangga juga bagus. Ada sedikit uang, semula tidak menggunakan microwave, mulai menggunakan perangkat itu karena kepraktisan.”

Namun, Syarif mengatakan satu hambatan yang bisa menjadikan target tidak tercapai adalah ketersediaan listrik di Tanah Air. Produk-produk yang berpotensi terhambat oleh masalah kelistrikan, katanya, terutama produk elektronika yang membutuhkan daya tinggi, seperti air conditioning (AC).

“Untuk elektronika seperti AC yang butuh daya besar itu mungkin sedikit terhambat karena selain masalah kenaikan TDL, juga masalah biaya meningkatkan daya cukup mahal. Tetapi itu masih bisa terkompensasi oleh hawa panas yang mulai terasa di musim kemarau,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan industri elektronik ditargetkan tumbuh konsisten rata-rata 10% per tahun dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja sekitar 150.000 orang. Saat ini, terdapat sekitar 235 perusahaan yang memproduksi peralatan elektronik.

“Pada lima tahun ke depan, kami harapkan bisa tumbuh rerata 10%. Untuk mencapai target ini, kami berupaya untuk menciptakan iklim yang kondusif agar sektor strategis ini dapat berkembang optimal,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.