Monday, May 22, 2017

Nuklir Sumber Dilema Iran

January 10, 2011 by  
Filed under Featured, Nuclear Power

Energi : Teheran – Program nuklir Iran menjadi sebuah permasalahan yang berlarut-larut. Dunia, melalui PBB, memberikan sanksi. Sejauh mana hal ini mempengaruhi Iran?

Direktur Badan Intelijan Israel Mossad, Meir Dagan mengklaim, Iran tak mampu menciptakan bom nuklir hingga 2015. Pernyataan pejabat yang akan segera mengundurkan diri itu menciptakan konsensus di AS dan sekutunya. Bahwa sanksi dari PBB memperlambat program nuklir negara ini.

Para pejabat ini meyakini, upaya mereka selama ini membuat kemampuan Iran memproduksi materi yang diperlukan untuk membuat bom atom menjadi lambat. Iran kesulitan memperoleh serat karbon dan besi berkekuatan tinggi. Dua material tersebut sangat penting dalam membuat mesin yang memproduksi uranium untuk bom atom.

Iran juga diyakini terhambat dalam pembuatan mesin sentrifugal yang digunakan untuk mengayakan uranium pada level yang cukup untuk membuat senjata. Pejabat Iran menyatakan mereka memang tak ingin membuat bom. Berbagai hal ini membuat Israel membuat perhitungan ulang mengenai nuklir Iran.

Pejabat pemerintah PM Israel Benjamin Netanyahu yang dikenal keras, juga mulai melonggarkan estimasi mereka beberapa waktu belakangan ini. Deputi PM Moshe Yaalon menyatakan kepada sebuah radio, pekan lalu, bahwa masih tiga tahun lagi sebelum Iran punya hulu ledak nuklir karena kendala teknologi.

Pejabat AS, sebagaimana diberitakan Wall Street Journal menyatakan, AS dan Israel menegaskan mereka masih mempercayai Iran secara aktif mencari cara untuk membuat senjata nuklir. Meski menjadi lambat, tekanan untuk Iran dirasa masih perlu agar nuklir di negara itu sepenuhnya dilucuti.

Saat ini, Iran dipercaya memiliki cadangan uranium yang dikayakan pada level rendah yang bisa digunakan untuk membuat empat bom atom juga dikayakan pada level yang cukup. AS dan Badan Atom Internasional (IAEA) khawatir negara ini bisa terus menimbun uranium. Meski Barat bisa dikatakan sedikit lebih lega dengan posisi nuklir Iran saat ini.

“Kami telah katakan sejak lama. Jika Iran ingin melanjutkan program senjata nuklir, akan terjadi pada pertengahan dekade ini. Pertanyaannya, apakah mereka masih memutuskan untuk meneruskan program tersebut?” papar seorang pejabat AS, tanpa menyebutkan namanya.

Lalu apa kata Iran? Negara yang dipimpin Presiden Mahmud Ahmadinejad ini tak mau menghentikan program kontroversial tersebut. “Tak peduli upaya apa dan seperti apa sanksi yang diberikan, kami akan tetap meneruskan program nuklir. Mereka akan menyaksikan pencapaian kami,” ujar Kepala Badan Atom Iran Ali Akbar Salehi.

Upaya Barat untuk menghentikan program nuklir Iran, tak semata-mata melalui propaganda kata-kata. Pada 2009, Jaksa Wilayah Manhattan menuding seorang pebisnis China dan perusahaannya berusaha menjual barang-barang senilai jutaan dolar kepada perusahaan pertahanan Iran. Si pebisnis menyangkal tudingan ini.

Tahun lalu, Kementerian Luar Negeri AS memerintahkan Kedutaan Besar Beijing menekan pejabat China untuk menghentikan pengiriman lima ton serat karbon yang diduga untuk Iran. Serangan-serangan virus yang diduga ulah Barat, menimpa komputer milik fasilitas pengayaan uranium utama Iran di Natanz.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.