Saturday, May 27, 2017

NTP gandeng Siemens kembangkan turbin uap

November 7, 2010 by  
Filed under Alternatif

PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) menggandeng Siemens AG untuk mengembangkan fasilitas produksi turbin uap dengan investasi senilai 12 juta euro.

Perusahaan patungan yang diberi nama PT Siemens Industrial Power Indonesia tersebut menargetkan produksi turbin uap berkapasitas 3 MW hingga 15 MW sebanyak 40 unit per tahun. NTP akan menguasai saham 40% sedangkan Siemens 60%.

Presiden Direktur NTP Supra Dekanto mengatakan turbin uap yang dinamai SNT-140 yang akan diproduksi perusahaan patungan bisa digunakan untuk pabrik pupuk, gula, dan juga pembangkit listrik, termasuk biomassa.

Menurut dia, perusahaan sudah mendapatkan pesanan dua unit turbin dari Perusahaan Terbatas Perseroan Nusantara 11 dengan masing-masing kapasitas 4 MW.

“Itu pesanan masih dalam bentuk letter of intent. Selain PTPN 11, ada tiga perusahaan lain yang sudah memesannya. Namun, saya belum bisa mengungkapkan nama-nama perusahaanya,” jelasnya, hari ini.

Supra mengatakan Siemens Industrial akan mulai produksi mulai Januari atau Februari sehingga semester 2 tahun depan diharapkan sudah dapat mengirimkan 4 unit turbin dengan tingkat kandungan dalam negeri 40%. Menurut dia, pada 2012 diharapkan produksi bisa ditingkatkan menjadi sekitar 32 unit.

“Kalau pemesanan bertambah kita perkirakan produksi bisa naik menjadi 40 unit hingga akhir tahun. Namun, kapasitas terpasangnya sudah 40 unit,” katanya.

Diharapkan, tuturnya, perusahaan bisa terlibat dalam penyediaan turbin uap, terutama panas bumi, yang akan digunakan dalam program 10.000 MW tahap II. Kapasitas turbin uap yang siap diproduksi akan berkapasitas 55 MW.

“Kemungkinan untuk produksi turbin uap dengan kapasitas 55 MW itu bisa dilakukan dengan cepat. Kami akan coba untuk terlibat dalam PLTP di program 10.000 MW tahap II,” ujarnya.

CEO of the Oil and Gas Division for Industrial Power of Energy Sector of Siemens AG Markus Tacke mengatakan terdapat dua alasan utama untuk merealisasikan pengembangan kapasitas turbin di masa mendatang, yaitu tingkat permintaan serta tingkat kecepatan penyerapan teknologi serta daya dukung industri lokalnya.

“Diharapkan Indonesia bisa membuat turbin uap dengan skala kecil hingga besar,” ungkapnya.

Menurut dia, Siemens melihat adanya potensi pasar yang besar untuk turbin mendukung program percepatan pengadaan listrik oleh pemerintah Indonesia, selain mendorong perkembangan berbagai sektor industri seperti gula, pupuk, minyak kelapa sawit, semen, kilang minyak dan kimia.

Supra menambahkan untuk mempercepat pengembangan kapasitas produksi, baik secara unit maupun kapasitas daya, diperlukan dukungan industri pendukungnya. Untuk itu, katanya, NTP akan lebih memperkuat kluster-kluster industri turbin yang selama ini sudah menyokong operasi perusahaan.

“Jadi selain permintaan juga penting soal daya dukung industri lainnya. Kami akan perkuat kluster-kluster turbin dahulu, karena kami tidak bisa memaksakan mendongkrak kapasitas kalau industri pendukungnya belum kuat,” ungkapnya.

Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang mengatakan siap menyerap hasil produksi turbin kerja sama antara NTP dan Siemens tersebut. Bahkan, tuturnya, turbin hasil produksi perusahaan patungan itu memiliki kans lebih besar untuk diserap oleh PLN karena diproduksi secara lokal.

“Kami tetap akan tender juga dan tidak bisa beli langsung. Ada syarat kontel lokal, yang oleh PLN disyaratkan untuk pembangkit skala kecil 70%,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.