Tuesday, July 25, 2017

Nilai Ekspor ke China Capai USD116 Miliar

April 16, 2010 by  
Filed under BBM

DENPASAR – Kinerja ekspor produk migas dan nonmigas Indonesia ke negeri China cukup menggembirakan, hingga 2010 ini mencapai USD116 miliar.

“Nilai ekspor kita ke China mencapai USD116 miliar, di mana untuk ekspor nonmigas sebesar USD97 miliar,” ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Diah Maulida, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (15/04/2010).

Target ekspor Indonesia untuk menduduki peringkat dunia, bergantung pada banyak faktor dan variasinya. “Namun kita tidak terlalu terfokus pada peringkat, yang penting nilai ekspornya meningkat,” terangnya.

Adapun, peningkatan nilai ekspor dari 2010 ke 2011, ditargetkan 9,7 persen, di mana kenaikan lebih besar disumbangkan oleh sektor nonmigas. Dikatakan Diah, tiga negara yang dinilai pertumbuhannya masih cukup bagus yakni, China, India, dan Indonesia. Sehingga Indonesia harus bersaing dengan produk produk China dan India untuk bisa menembus pasar ekspor.

Diakuinya, saat ini pasca ACFTA, Indonesia menghadapi serbuan produk impor negeri tirai bambu, mulai seperti tekstil. “Kita jangan hanya melihat sisi serbuan produk China ke Indonesia, namun jangan lupa China juga sebagai pengimpor bahan baku yang cukup besar sebagai bahan baku peralatan, konsumsi mereka,” kata Diah.

Sejak 2005, kata Diah, ekspor nonmigas ke China tumbuh hingga enam persen. Sekarang diharapkan, bisa meningkat menjadi sembilan persen baik disumbangkan wilayah di Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur.

Dikatakan dia, dalam menghadapi penerapan pasar bebas tersebut, memang telah dilakukan revisi kebijakan perdagangan luar negeri. Meski semua kebijakan ekspor impor berlaku secara umum, hanya ada beberapa ketentuan untuk bidang impor, sebagaimana diatur dalam UU No 54 tahun 2007.

Intinya berbicara soal ekspor, Kemendag arahnya tidak untuk pengaturan, biarlah berjalan normal, kata Diah disela bimbingan teknis kebijakan luar negeri Kemendag yang diikuti para pejabat kemendag wilayah Indonesia Barat.

Hanya saja, ujar dia, untuk beberapa produk tertentu misalnya yang mengandung bahan bahan kimia yang bisa menggganggu kesehatan atau lingkungan seperti, alkohol memang perlu pengaturan.

“Perlu pengawasan dan keamanan untuk industri kertas dan biji baja, limbah besi baja, mau tidak mau harus diawasi karena bisa berbahaya,” kata dia.

Pemerintah terus mendorong, untuk pengembangan eksporĀ  indusri dalam negeri yang memiliki nilai tambah. “Adanya kebijakan pengenaan biaya keluar, terhadap komoditas bji lakao dilakukan, karena jika dijual untuk industri ke luar negeri, jauh lebih mahal. Ekspor biji kakao ke Malaysia mencapai 30 persen,” imbuhnya,

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.