Thursday, July 27, 2017

Niko Resources kuasai blok migas terbesar di RI

May 14, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Niko Resources Ltd dan afiliasinya menambah penguasaan blok migas sebanyak empat wilayah kerja sehingga total menjadi 16 blok dan menjadikannya sebagai perusahaan asing dengan penguasaan blok terbesar di Indonesia saat ini.

Niko Resources dan afiliasi tercatat sebagai pemenang Blok Sunda Strait I (Konsorsium Komodo Energy LLC dan Niko Resources (Overseas XI) Ltd) untuk blok yang diperoleh dari penawaran langsung, dan Blok Cendrawasih Bay II (Konsorsium Repsol Exploration S.A. dan Niko Resources), Blok Cendrawasi Bay III (Konsorsium Black Gold Ventures LLC-Repsol Exploracion S.A) dan Blok Cendrawasih Bay IV (Konsorsium Black Gold Ventures LLC-Repsol Exploracion S.A.

Komodo Energy LLC merupakan anak perusahaan dari Black Gold Energy. Adapun, Black Gold Energy telah diakuisisi oleh Niko Resources pada tahun lalu.

Geologist and Government Relations Black Gold Energy Widodo mengatakan perusahaan kini tercatat menguasai sekitar 16 blok migas di Indonesia. Sejauh ini, tuturnya, perusahaan mampu mendanai seluruh kegiatan yang menjadi komitmen dalam kontraknya dengan pemerintah.

“Indonesia merupakan fokus pengembangan dari Niko Resources saat ini. Belanja terbesar perusahaan akan dialokasikan untuk portofolio di Indonesia dan sejauh ini seluruh komitmen kontrak sudah kami penuhi,” katanya kepada Bisnis.com tanpa memberikan penjelasan detail.

Widodo mengklaim perusahaan memiliki dana yang cukup untuk menunaikan seluruh komitmen kontrak di Indonesia. Selain bersumber dari hasil yang diperoleh perusahaan dari aktivitas di India, tuturnya, Niko mendapatkan dukungan pendanaan dari institusi keuangan besar, seperti Goldman Sach dan Temasek.

“Di India itu kami akan produksi sekitar 550 MMscfd. Kami juga mendapatkan dukungan dari Goldman dan Temasek. Kami harapkan ekspansi di sini terus berlanjut karena sebentar lagi akan ada lagi,” jelasnya.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengakui dengan dukungan pendanaan kuat dari Goldman Sach dan Temasek, wajar bagi Niko Resources mendapatkan blok migas dalam jumlah besar.

Namun, tuturnya, pemerintah akan terus memantau secara ketat Niko Resources terkait dengan realisasi komitmen investasinya.

“Kami memang memantau terus Niko Resources apakah mereka sudah menunaikan komitmennya sesuai kontrak apa tidak. Namun, laporan yang kami terima memang sejauh ini perusahaan itu sudah melakukan komitmennya,” jelasnya.

Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2009, Niko Resources tercatat memiliki aset senilai US$2,09 miliar, laba sebelum pajak US$14,76 juta dan penerimaan migas US$91,76 juta.

Widodo mengatakan Nico Resources menggandeng Repsol Exploracion S.A untuk tiga blok migas yang ditender regular. Menurut dia, keberadaan Repsol merupakan yang pertama sejak perusahaan itu melepas asetnya di Indonesia ke CNOOC pada tahun lalu.

Perusahaan, tuturnya, telah berbagi hak partisipasi 49%:51% masing-masing untuk Komodo dan Repsol di Cendrawasi Bay II, dan 51%:49% untuk Cendrawasih Bay III dan IV.

“Setelah kami negosiasi dengan mereka [Repsol], ada potensi yang bisa digarap sehingga Repsol mau masuk lagi. Operatorship nantinya akan diatur sesuai dengan besaran hak partisipasi.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.