Sunday, July 23, 2017

Newmont butuh US$3 miliar garap Elang Dodo Rinti

May 31, 2010 by  
Filed under Tambang

PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) membutuhkan dana sekitar US$3 miliar untuk melanjutkan kegiatan eksplorasi di kawasan Elang Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa, yang direncanakan terlaksana mulai 2017.

Presiden Direktur NNT Martiono Hadianto mengungkapkan perusahaan pemilik tambang Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut akan melakukan eksplorasi awal untuk memastikan cadangan Elang Dodo.

“Kalau perhitungan awal kami, saat ini butuh dana sekitar US$3 miliar untuk pengembangan tambangnya saja. Sekarang diperkirakan cadangannya [Elang Dodo] lebih besar dibandingkan dengan yang ada di Batu Hijau. Nanti, pengembangannya baru mulai 2017,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan pengembangan tambang Elang Dodo yang diperkirakan memiliki cadangan mencapai 1,5 kali cadangan Batu Hijau itu, diharapkan bisa berproduksi sekitar 2021-2022.

Dalam rencana kerja 2009 dan sudah disetujui oleh Pemerintah Indonesia, tambang di Batu Hijau seluas 87.540 hektar tersebut mengandung 1,046 miliar ton bijih, dengan kadar tembaga 0,40%, emas 0,27 gram/ton, dan perak 0,93 gram/ton.

Bila dihitung, kawasan yang akan berproduksi hingga 2028 itu menyimpan tembaga sebesar 9,106 miliar pound (4,1 juta ton), emas 9,197 juta ounce (276 juta gram), dan perak 31,325 juta ounce.

Menurut Martiono, pihaknya akan mencari sumber pendanaan lain, di luar dana internal yang dibagi secara proporsional dengan pemegang saham, untuk memenuhi kebutuhan investasi hingga US$3 miliar tersebut.

Bahkan, lanjut dia, pemegang saham baru NNT, yakni konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang telah menguasai 24% saham NNT, program divestasi 2006-2009, juga harus menyetor bagian dana investasi tersebut.

“Dana kombinasilah [pinjaman dan internal]. Mereka [MDB] kan juga pemegang saham, jadi ikutlah. Itu konsekuensi normal saja,” tutur Martiono.

Seperti diketahui, saat ini NNT tengah menambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Namun, cadangan emas, tembaga, dan perak di tambang Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat diperkirakan semakin menipis sehingga NNT akan mengeksplorasi kawasan Elang Dodo di Kabupaten Sumbawa. Di sisi lain, kegiatan eksplorasi di Elang Dodo sempat terhenti akibat terjadinya kasus pembakaran kamp di kawasan hutan Dodo.

Terkait anggaran pengembangan masyarakat, NNT telah menyiapkan dana sekitar US$12,059 juta pada 2010 dan US$11,682 juta pada 2011. Selain itu, pihak perusahaan juga telah menganggarkan dana sebesar US$38 juta untuk 2010 dan 2011, sebagai dana bantuan pengembangan masyarakat untuk Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Sumbawa.

Comments

One Response to “Newmont butuh US$3 miliar garap Elang Dodo Rinti”
  1. ermawati says:

    kapan ada lowongan pekerjaan bagi perempuan, saya sebagai orang sumbawa, ingin sekali menjadi bagian dalam pt.nnt. saya berharap agar segera ada lowongan pekerjaan bagi kami perempua.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.