Saturday, May 27, 2017

Nampa tolak kenaikan surcharge gas

March 30, 2010 by  
Filed under BBG

Asosiasi Pengolahan Daging Indonesia akan menggandeng asosiasi lain untuk menolak kenaikan biaya tambahan (surcharge) sebesar 300% mulai 1 April 2010 jika mengonsumsi gas melebihi kontrak.

Ketua Asosiasi Pengolahan Daging Indonesia atau National Meal Processor Association (Nampa) Donatus Hartono mengatakan pembaruan kontrak sudah diterima dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sejak satu pekan lalu.

“Nampa tidak setuju [kenaikan biaya tambahan sebesar 300%], nanti [ada dua alternatifnya yaitu] akan menyuarakan [penolakan tersebut] sendiri atau kumpulkan semua, karena suasananya semua orang teriak,” kata Donatus, hari ini.

Dia mengatakan dari kontrak yang diperoleh PGN dijelaskankan ada kenaikan tarif pemakaian gas yang awalnya US$3,47 per MMbtu menjadi lebih dari US$4. Di samping itu juga dijelaskan bahwa penggunaan gas yang melebihi kuota kelebihannya akan dikenakan harga 300% dari tarif normal. Sebelumnya, besarnya biaya tambahan hanya 150% dari tarif normal penggunaan gas.

Dalam kontrak tersebut PGN menjelaskan pemberlakuan tarif penggunaan gas yang baru serta pengenaan biaya tambahan sebesar 300% akan mulai diberlakukan pada 1 April 2010. Kenaikan tersebut menyusul batalnya rencana pemerintah  mengurangi pasokan gas 20% pada kalangan industri, disesuaikan dengan ketersediaan gas negara.

“Kenaikan tarif gas serta tarif atas kelebihan penggunaan gas [yang telah ditetapkan PGN pada satu industri] menyebabkan kenaikan 20% dari total biaya [produksi],” kata Donatus.

Dia mengatakan dengan pengenaan biaya tambahan sebesar 150% saja sudah memberatkan kalangan industri. Jika ada kebutuhan penggunaan bahan bakar gas yang melebihi kuota sengaja tidak memakai gas melainkan residu minyak bakar yang bisa diperoleh dengan harga lebih murah.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.