Monday, October 23, 2017

Migas Aceh Tak Lagi Primadona

March 10, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Aceh Tamiang– Biro Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebutkan, pertubuhan ekonomi Aceh jika diukur berdasarkan kenaikan produk domestik regional bruto (PDRB), telah mengalami kenaikan sebesar 3,92 persen. Namun angka itu tidak menyertakan pendapatan dari sektor Minyak dan Gas (Migas).

“Untuk migas, produk tersebut mengalami penurunan yang cukup besar. Jika sektor tersebut ikut diperhitungkan, maka pertumbhan ekonomi Aceh melorot sampai 5,58 persen, terendah sepanjang empat tahun. Itu artinya, sektor migas tidak lagi menjadi produk primadona bagi Aceh,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar dalam acara silaturahmi bersama pengusaha perkebunan di Aceh Tamiang, Senin (8/3) di Aula Sekdakab Aceh Tamiang.

Wagub menambahkan, melihat pertumbuhan ekonomi Aceh yang terjadi pada tahun lalu, ada delapan sektor yang mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor listrik dan air bersih yang mencapai 27,07 persen, sektor keuangan dan persawahan serta jasa mencapai 9,61 persen. Kemudian disusul sektor perkebunan dan bangunan mencapai 3,61 persen. Terendah di sektor pertanian yang hanya tumbuh 3,09 persen.

“Dari data tersebut, bisa disimpulkan bahwa perkebunan dan pertanian sangat berpeluang untuk ditingkatkan dimasa–masa yang akan datang. Sedangkan listrik, keuangan maupun persawahan, lebih bersifat jasa. Pertumbuhan sektor ini bersifat seknder, karena selalu tumbuh seiring pertumbuhan disektor basis, yaitu pertanian dan perkebunan,” terang Wagub.

Wagub menjelaskan, sejak dahulu Aceh dikenal sebagai basis pertanian dan perkebunan. Sektor pertanian Aceh dikenal sebagai penghasil padi, ubi kayu, ubi jalar, dan jagung. Oleh karena itu, sambung Wagub, program pemerintah Aceh tahun 2010, sektor pertanian dan perkebunan mendapatkan perhatian khusus, karena dianggap paling banyak menyerap tenaga kerja.

“Sektor perkebunan juga cukup besar memberikan kontribusi bagi ekonomi Aceh. Sektor ini juga cukup mampu mengatasi masalah ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat Aceh. Luas perkebunan di Aceh saat ini mencapai 830.237 hektar, yang merupakan peningkatan sebesar 1,5 persen dari tahun 2007. Peningkatan ini terjadi karena membaiknya keamanan di Aceh,” kata Wagub.

Acara Silaturahmi itu dihadiri Bupati Aceh Tamiang Drs H Abdul Latief, Wakil Bupati H Awaluddin, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Drs Hariyanta, Kejari Kualasimpang, para Pejabat dan para Camat di lingkungan Pemda Aceh Tamiang, serta sejumlah pengusaha perkebunan yang ada di Aceh Tamiang.

rakyataceh.com

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.